Manajemen CFIN melaporkan bahwa Lo Kheng Hong kini menguasai 5,15% saham di perseroan. Investor saham terkenal di Indonesia, Lo Kheng Hong kembali melakukan aksi borong saham dan emiten pembiayaan PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN).

Lo Kheng Hong Beli CFIN

Dalam keterbukaan informasi di BEI yang dikutip Bisnis, Kamis, 22 April 2021, manajemen CFIN melaporkan Lo Kheng Hong (LKH) menguasai 5,15% saham. Lo Kheng Hong disebutkan melakukan dua transaksi pembelian saham dengan jumlah total 19,22 juta lembar.

Perinciannya, pada 6 April 2021 dilakukan transaksi beli sebanyak 18,33 juta lembar dengan harga Rp246 per saham. Kemudian, pada 8 April 2021 dia kembali membeli 885.800 saham dengan harga Rp270 per lembar.

Dengan demikian, Lo Kheng Hong menggelontorkan uang sekitar Rp4,75 miliar dalam aksi borong saham CFIN kali ini. Dengan transaksi tersebut, porsi saham Lo Kheng Hong ikut meningkat dari sebelumnya sebesar 4,67 persen menjadi 5,15%.

Baca juga: Saham BKSL Turun, Dikabarkan Akibat AEON Mall Dijual!

Adapun, tujuan transaksi itu disebutkan untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung.  Seperti diketahui, Lo Kheng Hong merupakan salah satu investor tenar Tanah Air yang sering dijuluki ‘Warren Buffet Indonesia’.

Dia mengincar saham-saham yang dinilainya memiliki fundamental baik tapi sedang dalam harga murah. Harga saham CFIN sendiri pada perdagangan hari ini ditutup di level Rp302, terkoreksi 8 poin atau turun 2,6%, CFIN telah meningkat 29,1% secara tahunan.

Potensi Apresiasi Akibat LKH

Dorongan beli dari LKH nampaknya dapat menyebabkan adanya dorongan beli yang cukup signifikan terhadap CFIN. Hal ini disebabkan sentimen ini menyebabkan adanya dorongan akibat sentimen sosial dimana adanya perilaku “mengikut” yang terjadi di pasar saham.

Dapat dilihat bahwa setelah kabar ini keluar terjadi dorongan beli dan tekanan jual yang signifikan, akibat adanya pemanfaatan kesempatan keuntungan. Hal tersebut adalah aksi buy the rumor, sell the news.

Pergerakan Harian CFIN

Saat ini secara garis besar CFIN masih terlihat bergerak naik, walau sempat mengalami bull trapdimana harganya naik kemudian turun kembali. Kemungkinan saat ini akan terjadi koreksi karena banyaknya sentimen negatif di pasar saham.

Sentimen tersebut datang dari pasar internasional di mana saham Amerika mengalami koreksi yang cukup signifikan. Sehingga kemungkinan pasar akan koreksi akibat terimbas dari dampak koreksi tersebut.

Saat ini batas pengaman berada pada Rp302 hingga Rp285 yang jika ditembus kemungkinan akan menuju ke Rp254. Jika batas bawah tersebut dilewati kemungkinan besar koreksi akan terjadi dan menghilangkan potensi apresiasi jangka pendek.

Jika apresiasi terjadi kembali, kemungkinan besar apresiasi akan terus berlanjut hingga Rp378 jika berhasil melewati Rp320.

Tags: