Pergerakan saham PT Sentul City Tbk (BKSL) turun ke harga Rp54 per saham bersama mayoritas emiten properti yang turun.Penurunan ini terjadi sehari setelah perusahaan menjual AEON Mall ke investor Jepang.

Berdasarkan data RTI Analytics, saham BKSL telah tertutup di sekitar Rp53 yang merupakan daerah yang relatif rendah untuk bulan ini.

Saham BKSL Turun Setelah AEON Dijual

Sebelumnya, Sentul City menjual AEON Mall Sentul City kepada investor asal Jepang, yaitu AEON Jepang yang diwakili oleh PT AEON Mall Indonesia. Transaksi dilakukan pada 15 April 2021.

AEON Mall Sentul City dijual seharga Rp 1,9 triliun, yang salah satunya akan digunakan untuk melunasi pinjaman ke PT Bank BNI Tbk (BBNI) sebesar Rp 900 miliar.

Dari hasil penjualan tersebut, Sentul City juga akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai kegiatan operasional. Selain itu dana digunakan untuk memenuhi perjanjian, dan memperbaiki kinerja keuangan Perseroan pada kuartal II-2021.

Proses penjualan AEON Mall Sentul City telah resmi diselesaikan. Peresmian di tandatangani Presiden Direktur PT Sentul City (BKSL) Tjetje Muljanto, Direktur PT Sentul City Iwan Budiharsana, dan Direktur Utama PT AEON Mall Indonesia Daisuke Isobe di Marketing Gallery Sentul City, Jalan MH Thamrin, Kav 8, Sentul City, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Pergerakan Masih Belum Positif

Saat ini nampaknya BKSL akan bergerak stagnan dengan mulai menurunnya permintaan terhadap saham tersebut. Hal ini disebabkan penjualan tersebut dianggap sebagai sentimen negatif oleh pasar bersama IHSG yang masih melemah.

Jika dilihat dari sisi teknikal, konsolidasi ini nampaknya masih akan berlanjut hingga adanya sentimen positif yang dapat mendorong saham naik. Hal ini juga disebabkan volume perdagangan BKSL yang juga tergolong kecil.

Pergerakan Bulanan BKSL

Kemungkinan besar, BKSL baru dapat mengalami apresiasi kembali jika telah berhasil keluar dari zona segitiga menurun. Untuk mengalami apresiasi BKSL harus melewati batas atas pada Rp83 hingga Rp117 dalam beberapa pekan ke depan.

Kemungkinan apresiasi akan terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang akibat belum adanya pertanda pemulihan. Apresiasi masih akan dapat terjadi selama batas bawah pada Rp49 tidak dilewati dan terus terjaga.

Tags: