Saham PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) terlihat menjadi perhatian utama untuk investor awal pekan ini. Harga saham CFIN terlihat mengalami apresiasi yang cukup signifikan akibat investor besar Indonesia, Lo Kheng Hong.

Lo Kheng Hong Miliki Saham CFIN

Dikabarkan bahwa Lo Kheng Hong memiliki lebih dari 5% saham perusahaan pembiayaan ini yang membuat ketertarikan meningkat. Akibat kabar tersebut, harga saham CFIN, melesat 15,62% ke level Rp 370 per saham pada perdagangan awal pekan ini.

Nilai transaksi saham ini tercatat tak begitu banyak hanya Rp8,58 miliar pada pukul 09.20 WIB. Angka tersebut tergolong tinggi mengingat jangka waktunya yang terjadi hanya dalam waktu 20 menit setelah perdagangan dimulai.

Pria yang mendapat julukan Warren Buffett Indonesia ini memiliki 204.491.000 unit saham CFIN atau setara 5,13% kepemilikan. Data tersebut berdasarkan daftar pemegang efek di dari Bursa Efek Indonesia yang terbuka secara publik.

Baca juga: Laba MTLA Bergerak Turun, Namun Memiliki Target Positif

Kabar ini pertama direkam oleh CNBC Indonesia yang langsung berbincang dengan Lo Kheng Hong. Ia dikabarkan mulai membeli saham CFIN mulai tahun lalu. Ia menyatakan,

“Saya mulai membeli saham Clipan Finance sejak tahun lalu. Saya membeli saham Clipan Finance Karena murah sekali, diperdagangkan di price to book value 0,15 kali pada waktu itu,” kata Lo Kehng Hong kepada CNBC Indonesia.

Masih Menarik Dibeli?

Menurutnya, selain valuasi harga saham CFIN murah, perusahaan pembiayaan ini juga didukung oleh induk perusahaannya PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN). Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa menurutnya saham ini masih menarik.

Jika dihitung dalam setahun terakhir, harga saham CFIN sudah melesat 61,40%. Saat ini, total nilai investasi saham Lo Kheng Hong di perusahaan ini mencapai Rp75,66 miliar.

Meskipun sudah mendapatkan keuntungan besar, ia mengatakan belum akan melepas kepemilikan saham CFIN. Menurutnya, saat ini harga CFIN masih jauh dari harga wajarnya, dan nilai buku per sahamnya adalah 1,191 kali.

Grafik Harian CFIN

Dari sisi teknikal, dapat dilihat bahwa CFIN sudah mengalami pergerakan positif sejak November 2020 dimana harganya naik cukup signifikan. Saat ini, pergerakannya naik lebih tinggi, keluar dari zona apresiasi sebelumnya.

Saat ini indikator RSI dan MACD terlihat mengalami pergerakan naik yang cukup jenuh, dapat membuktikan bahwa potensi koreksi kecil cukup besar. MA Cross masih berada di bawah harga yang menandakan pergerakan masih kuat.

Kemungkinan koreksi juga didukung oleh potensi penguji cobaan kembali zona apresiasi sebelumya, sebelum naik lebih tinggi. Kemungkinan koreksi akan terjadi hingga Rp320, sebelum naik lebih tinggi melewati Rp378.

 

Tags: