Tahun lalu kinerja PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) belum menggembirakan lantaran diwarnai penurunan baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. Untuk memperbaiki kinerjanya pada tahun ini, MTLA menargetkan pendapatan perseroan dari prapenjualan dan berulang (recurring) senilai Rp1,6 triliun.

Laba MTLA Turun

Demi mencapai target prapenjualan, MTLA telah meluncurkan Cluster Oxalis Metland Puri seluas 1,3 hektar dengan harga mulai Rp900 juta. Pada tahap pertama, Klaster Oxalis akan dibangun sebanyak 56 unit dengan konsep compact urban living.

Adapun beberapa produk yang diandalkan MTLA antara lain Metland Menteng, Metland Puri, Metland Transyogi, Metland Cileungsi, Metland Tambun, Metland Cibitung, Metland Cyber City, M Gold Tower dan Kaliana Apartment..

Terkait turunnya kinerja tahun lalu, berdasarkan laporan keuangan per Desember 2020 MTLA membukukan pendapatan Rp1,11 triliun. Angka tersebut turun 20,88% dibandingkan 2019 senilai Rp1,40 triliun.

Dilihat dari kontributor pendapatan, seluruh lini bisnis MTLA terkontraksi pada tahun lalu dengan penurunan paling tajam di lini pusat rekreasi. Pusat rekreasi menyumbang Rp1,85 miliar terhadap pendapatan perseroan atau turun 81,06% per tahun.

Baca juga: Saratoga Dikabarkan Akan Stock Split, Ini Rasio dan Kejelasannya!

Sedangkan lini real estate yang menjadi tulang punggung perseroan turun terbatas sebesar 13,68% pertahun menjadi Rp760,33 miliar. Selanjutnya pendapatan dari pusat perbelanjaan mengalami penurunan 30,05% menjadi Rp252,33 miliar pada 2020.

Sedangkan pendapatan dari hotel turun 47,61% menjadi Rp62,29 miliar. Penurunan pendapatan pun menggerus laba perseroan. Laba MTLA terkikis 44,08% per tahun menjadi Rp272,29 miliar pada 2020 dari sebelumnya Rp486,97 miliar.

Saham Stagnan

Sementara itu, total aset MTLA tercatat turun 2,86% per tahun mnejadi Rp5,93 triliun. Liabilitas turun 17,81% menjadi Rp1,85 triliun dan ekuitas tumbuh 5,90% menjadi Rp4,07 triliun.

Saat ini saham MTLA masih terlihat mengalami stagnasi akibat konsolidasinya sejak akhir Tahun 2020. Kondisi ini terlihat baik akibat walau pendapatan turun, saham masih dapat menjaga batas pengamannya dan terus berkonsolidasi untuk berppotensi naik kembali.

Pergerakan Saham MTLA

Kemungkinan besar stagnasi masih akan berlanjut, terutama akibat volume perdagangannya masih terlihat kecil. Kapitalisasi MTLA juga masih terlihat membuatnya sebagai saham yang tergolong second liner hingga third liner.

Batas atas saat ini berada di Rp450 yang jika ditembus dapat mengembalikan potensi apresiasi yang telah lama hilang. Namun jika harga melewati batas pengaman saat ini pada Rp416 kemunginan potensi apresiasi akan hilang.

Dilansir dari IPOT News

Tags: