Kebijakan Stimulus oleh Bank Sentral Amerika, kemungkinan besar akan tertunda akibat belum adanya kesepakatan antara pihak dalam pemerintah. Akibat penundaan ini, kemungkinan besar Dolar Amerika (USD) akan mengalami apresiasi.

Kebijakan Stimulus Tertunda

Tekanan jual yang terjadi terhadap USD selama 6 bulan terakhir kemungkinan akan memudar dengan adanya pertemuan Bank Sentral Amerika pada 16 September. Hal ini disebabkan oleh pertemuan tersebut yang membuat tertundanya kebijakan stimulus akibat akan adanya pembahasan lebih lanjut.

Juru bicara pemerintah, Nancy Pelosi, dan Sekretaris Keuangan, Steven Mnuchin, nampaknya menjadi tokoh utama yang memperlihatkan bahwa adanya perbedaan antara kedua pihak. Kedua pihak yang terlihat berbeda ini adalah akibat dari adanya ketidaksetujuan dalam penetapan kebijakan stimulus ekspansif yang berlanjut. Perbedaan ini dinilai juga akibat perbedaan pandangan terhadap ekonomi masyarakat.

Penundaan ini nampaknya akan terus berlanjut walau Presiden Trump berpotensi menyetujui penandatanganan dana stimulus sekitar 1,3 Triliun USD. Namun, beberapa pihak di pemerintahan tetap tidak setuju dengan tuntutannya yang menganggarkan dana sebesar 2,2 Triliun USD. Walau sebenarnya, dana awal persetujuan adalah 3 Triliun USD yang disetujui di awal Agustus 2020.

Dolar Amerika Kemungkinan Naik

Akibat banyaknya perdebatan tersebut, kemungkinan penyaluran dana stimulus yang berlanjut, akan tertunda. Sehingga, potensi USD untuk terdepresiasi kemungkinan akan berkurang, yang membuat adanya potensi apresiasi.

Pergerakan Indeks Dolar Amerika

Dari sisi teknikal, USD terlihat bersiap untuk naik terhadap beberapa mata uang utama. Potensi peningkatan ini terlihat dari pergerakannya yang terlihat akan naik dari 92.93 di garis moving average 21 hari. Selain itu indikator RSI juga baru saja keluar dari zona oversold yang menandakan kemungkinan pergerakan naik.

Pergerakan menyilang ke atas pada indikator MACD juga menandakan adanya kemungkinan besar bahwa pergerakan akan naik. Selain itu, melihat pola grafik flag pattern, kemungkinan dalam jangka pendek pergerakan akan naik, namun kemungkinan turun setelah itu masih terdapat.

Baca juga: Pengangguran Jepang Naik! Kemungkinan Menggoyahkan Perekonomian

Dari sisi jangka panjang, kemungkinan besar Dolar Amerika masih terus terlihat akan terdepresiasi dengan pergerakan yang turun dari batas bawah selama 9 tahun di akhir Juli. Setelah itu pergerakan konsolidasi juga memperlihatkan kemungkinan penurunan kedepannya akibat kurangnya dorongan.

Oleh karena itu, penurunan yang berkelanjutan dapat membawa Dolar Amerika ke daerah antara 92.55 dan 92.93. Dengan penutupan di bawah 92.13, kemungkinan pergerakan selanjutnya adalah terus turun ke bawah. Sehingga, status pengaman dari USD masih sangat terancam.

Dilansir dari Daily FX

Tags: