Indeks saham di mayoritas negara Benua Eropa sedang mengalami fase konsolidasi. Pergerakan ini terjadi akibat banyaknya muncul kembali kasus virus Covid-19 yang meningkatkan kekhawatiran pada investor.

Indeks Saham Eropa

Pekan lalu, indeks saham di beberapa negara besar Eropa terlihat mengalami fase konsolidasi setelah adanya pergerakan yang jelas. Fase konsolidasi ini muncul akibat beberapa negara di Eropa mengalami kenaikan kembali dalam kasus Covid-19. Negara-negara di seperti Inggris, Perancis, Itali, dan Jerman, ditambah dengan lebih dari 10 negara lainnya di Eropa, mengalami kenaikan kembali dalam beberapa bagian negaranya.

Pergerakan kasus ini membuat adanya kekhawatiran pada mayoritas investor yang menanamkan dananya di pasar modal. Mayoritas dari indeks saham ini memperlihatkan pergerakan konsolidasi setelah mengalami pemulihan dari penurunan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa investor besar yang memilih untuk keluar dan mengamankan dananya akibat adanya ketidakpastian dalam kondisi pasar modal.

Pergerakan ini tercerminkan pada 4 indeks saham besar Eropa yaitu Indeks EU50, UK100, GER30, dan FRA40.

Pergerakan Indeks Saham

Indeks Saham Stoxx Euro 50 atau EU50, merupakan salah satu indeks yang mengalami fase konsolidasi setelah adanya kabar potensi gelombang kedua dari virus Covid-19. Dapat dilihat pada grafik harian di bawah, bahwa indeks ini mengalami konsolidasi setelah mengalami pergerakan ke atas pada pekan-pekan sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan bahwa saham-saham yang kuat di benua Eropa sedang mengalami konsolidasi, sehingga mencerminkan adanya konsolidasi di pasar modal beberapa negara besar Eropa.

Pergerakan Harian EU50

Pergerakan yang sama terlihat pada Indeks UK Financial Times Stock Exchange 100, atau UK100. Dapat dilihat, pergerakan yang sama juga terjadi pada indeks saham negara Inggris, dimana fase konsolidasi terjadi di pergerakan harian.

Pergerakan Harian UK100

Pergerakan yang sama juga terlihat pada Indeks German Stock Index Dax30 atau GER30. Dapat dilihat bahwa pergerakan yang sama juga terjadi dengan persis seperti negara Inggris. Dilihat dari pergerakan harian, bahwa indeks saham German, terlihat mengalami konsolidasi dalam waktu yang relatif sama dengan indeks lainnya.

Pergerakan Harian GER30

Contoh terakhir, terlihat bahwa pergerakan yang sama juga terlihat pada grafik harian indeks saham Perancis. Indeks French benchmark stock market index CAC 40 atau FRA40, memperlihatkan pergerakan yang sama dengan indeks lainnya yang memperkuat dugaan adanya ketidakpastian di pasar modal Eropa.

Pergerakan Harian FRA40

Seluruh pergerakan saham ini memperlihatkan bahwa, investor di Eropa sedang menunggu kepastian dari kondisi ekonomi. Namun sebenarnya ada penyebab spesifik dibalik persamaan pergerakan ini.

Baca juga: Saham Asia Pasifik Sebagian Besar Naik Hari Ini!

Penyebab Kesamaan Pergerakan Indeks

Kesamaan dari pergerakan indeks saham di beberapa negara Benua Eropa ini disebabkan oleh keterikatannya antar satu sama lain. Namun, penyebab utamanya adalah adanya kekhawatiran dari munculnya kasus virus Covid-19 yang mulai muncul di beberapa negara bagian Eropa dan juga dunia. Ditambah lagi dengan adanya beberapa ketegangan hubungan berskala global dan banyaknya penundaan keputusan-keputusan terkait nasib Uni Eropa kedepannya, konsolidasi menjadi semakin besar.

Konsolidasi ini, disebabkan oleh para investor yang ingin menunggu nasib pasar modal kedepannya. Sifat menunggu ini adalah hal yang wajar akibat dari banyaknya ketidakpastian yang muncul terutama dalam negara-negara Eropa. Ketidakpastian ini muncul mulai dari kasus Covid-19, kesepakatan Brexit yang tertunda dan keputusan langkah ke depan untuk Uni Eropa. Ditambah lagi dengan banyaknya ketegangan hubungan dagang secara global, yang membuat nasib Eropa kedepannya masih tidak pasti. Sehingga mayoritas investor masih menjaga uangnya dan belum memutuskan untuk membeli dan meneruskan pergerakan ke atas.

Sehingga, kedepannya, dapat diprediksi bahwa konsolidasi masih akan terlihat kecuali terdapat berita yang mengangkat ke atas atau mendorong ke bawah. Namun, nampaknya kemungkinan terbesar adalah, pergerakan pasar modal akan jatuh kembali ke bawah akibat masih banyaknya kejadian-kejadian dunia dan virus Covid-19 yang belum terlihat berakhir.

Tags: