Goto Dual Listing, Asing Ambil Peran Besar?

Sempat menggegerkan masyarakat lantaran dua perusahaan anak bangsa melakukan merger, Gojek dan Tokopedia tak tanggung-tanggung akan menggebrak pasar saham Indonesia dan juga US. Initial Public Offering (IPO) atau yang lebih dikenal dengan Penawaran Umum Perdana, suatu perusahaan yang pertama kali dilepas untuk dijual kepada masyarakat atau publik, sehingga saham tidak dikuasai lagi secara privat ini, membuat para investor yang memang haus akan IPO besar-besaran, yang sebelumnya  terjadi di 2018 dengan jumlah emisi jumbo setelah PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang menghimpun dana IPO sebesar Rp 12 triliun, akan mewarnai Bursa Efek Indonesia. Diberitakan juga, “Go-Public” nya GoTo ini memang menjadi pemanis BEI tahun ini.

Dibalik aksi korporasi ini, diduga asing tidak tinggal diam. Mengutip dari sumber CNBC, Perusahaan yang tengah mempersiapkan dual listing ini ternyata kepemilikan sahamnya mayoritas dikuasai oleh asing, SoftBank asal Jepang dan Alibaba Group dari China.

Pasalnya, dalam dokumen yang dilihat oleh Nikkei Asia Review, sebesar 58% saham GoTo akan dimiliki oleh Gojek dan sisanya 42% miliki Tokopedia, seperti dikutip CNBC Indonesia, Selasa (25/5/2021).

Lebih lanjut secara rinci, SoftBank Group menguasai 15,3%, disusul Alibaba Group Holding yang bakal menguasai 12,6% saham perusahaan. Sementara kepemilikan saham oleh Telkomsel, Astra Internasional, dan Google di bawah 10%. Sampai dengan berita ini diterbitkan Nikkei, Perwakilan Richard Li di Hong Kong yang dihubungi belum memberikan komentar.

Kabar IPO di bursa saham Indonesia dan Amerika Serikat di taksir mendekati 40 miliar US Dolar, yang tidak kalah dengan Grab.

Masih dari sumber yang sama, ikkei Asia Review jika IPO akan dilakukan di bursa saham Indonesia terlebih dahulu, baru kemudian di AS. Sumber tersebut menyebutkan GoTo adalah perusahaan besar dengan basis karyawan yang besar, operasi yang canggih, dan sangat kompleks.

Sehingga ada banyak pekerjaan integrasi yang harus dilakukan sebelum IPO. “Perusahaan akan bekerja sangat keras untuk melakukan integrasi pasca-merger, dan kemudian mempersiapkan dual listing. Saya sangat berharap ini akan terjadi di 2021, tetapi mereka punya banyak pekerjaan,” kata sumber tersebut.

GoTo disebut lebih memilih IPO secara langsung ketimbang menggunakan kendaraan perusahaan cek kosong atau SPAC. Namun bila berubah pikiran dan ingin masuk bursa saham menggunakan SPAC perusahaan kemungkinan bisa meminta bantuan dari pemegang saham terbesar ketiganya, Radiant.

Perusahaan ini dikaitkan dengan miliuner Hong Kong Richard Li. Radiant menguasai 4,7% GoTo. Kedua perusahaan ini menggunakan alamat yang sama di Hong Kong, seperti dicantumkan GoTo dalam pengarsipannya.

Baca juga: Gojek dan Tokopedia Merger, Hubungan Serius?

 

Tags: