GGRM tidak membagikan dividen untuk periode 2020 ini dikabarkan akan digunakan untuk  menambah modal kerja. Setelah pengumuman tersebut, hari ini saham GGRM tertutup turun sekitar 5%.

GGRM Tidak Membagikan Dividen

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUSPT) PT Gudang Garam Tbk., para pemegang saham menyetujui laba buku tahun 2019 akan disimpan sebagai saldo laba. Persetujuan ini berarti bahwa Gudang Garam (GGRM) sepakat untuk tidak membagikan dividen sama sekali untuk tahun ini.

Kabar tidak adanya dividen ini nampaknya telah membuat mayoritas investor kecewa. Hal ini disebabkan oleh besarnya jumlah dividen GGRM jika dilihat dari dividen sebelumnya, yang merupakan salah satu alasan memegang saham GGRM. Sebagai dasar, dividen yang dibagikan pada 2019 adalah Rp 2.600 per lembar saham. Angka tersebut adalah angka yang besar dan dapat menjadi alasan utama untuk memegang saham GGRM, terutama bagi tipe investor dividen.

Baca juga: Harga Saham Perbankan Turun! Tapi Diprediksi Akan Naik Kembali

Selain itu, tahun ini adalah tahun pertama dalam sejarah GGRM perseroan ini tidak membagikan dividen. Hal ini disebabkan oleh pandemi yang nampaknya telah memberikan pengaruh terhadap Gudang Garam dari bisnis. Namun, dalam sejarahnya, GGRM selalu sangat dermawan dalam pembagian dividen, dengan jangka dividen payout ratio yang selalu berputar di angka 60% hingga 70%. Sehingga tahun ini telah memperlihatkan betapa ganasnya Covid-19 yang dapat menggemparkan bisnis besar seperti Gudang Garam.

Dampak Bagi Saham 

Hebatnya Covid-19, walau juga dibantu oleh ketidakpastian ekonomi global, dapat dilihat dari pergerakan saham GGRM yang terlihat turun sejak awal 2019.

Pergerakan Harian Saham GGRM

Namun, walaupun begitu, nampaknya saham GGRM telah mulai mengalami pemulihan akibat mulai dilonggarkannya pembatasan ekonomi. Tetapi, hari ini, setelah adanya kabar dividen yang tidak akan dibagikan, saham ini turun sekitar 5,13% dari penutupan kemarin. Penurunan ini membuktikan berapa besarnya dampak dividen terhadap insentif memegang saham.

Nampaknya, jika tidak ada berita positif, saham ini akan terus turun mengingat perekonomian yang juga belum pasti. Untuk saat ini, harga sedang berada di Rp 49.250. Jika harga terus turun, kemungkinan tujuan selanjutnya adalah pada Rp 46.792 sebelum menyentuh Rp 43.834.

Apa bila harga terus turun, kemungkinan tujuan selanjutnya adalah pada Rp 39.988 sebelum menyentuh Rp 36.290. Batas terakhir sebagai pengaman harga untuk saham ini berada di Rp 33.036 yang merupakan harga terendah tahun ini. Namun nampaknya penurunan ke daerah tersebut sangat kecil kemungkinannya.

Namun, jika ternyata kesempatan ini dijadikan mayoritas investor untuk membeli, harga dapat naik ke Rp 50.638 sebelum kemudian naik ke Rp 52.709. Jika terus naik, kemungkinan tujuan selanjutnya ada pada Rp 54.780 sebelum menyentuh Rp 56.179 dan kemudian menyentuh harga tertinggi tahun ini pada Rp 58.483.

Tags: