GBPJPY potensi bergerak turun bersama dengan inflasi Jepang yang tercatat turun Bulan September 2020. Publikasi data inflasi Jepang pada pagi ini nampaknya akan mendorong Yen Jepang (JPY) untuk menguat terhadap Pound Sterling (GBP) yang sedang dihempas sentimen negatif Inggris.

GBPJPY Potensi Bergerak Turun

Pagi ini pukul 06.30 WIB, data inflasi Jepang baru saja dipublikasi dan memperlihatkan bahwa inflasi Jepang mengalami penurunan. Tercatat bahwa pada Bulan September, inflasi secara tahunan turun dari 0,2% menjadi 0%. Tetapi, Inflasi inti dan juga inflasi terhadap makanan dan energi mengalami apresiasi dari -0,4% menjadi -0,3% dan -0,1% menjadi 0% masing-masing. Akibat data inflasi ini, kemungkinan besar JPY akan menguat terutama terhadap beberapa mata uang seperti GBP.

Penguatan ini diprediksi terjadi akibat inflasi tahunan yang menurun yang berarti menguatkan nilai dari JPY. Nilai yang menguat ini muncul dari jumlah peredarannya yang mengecil namun tetap mengalami peningkatan di sektor yang penting seperti yang tercantum pada inflasi inti. Sehingga, kemungkinan besar data ini dapat menjadi sentimen positif bagi JPY terutama terhadap GBP.

Untuk saat ini, GBP sedang mengalami beberapa sentimen negatif akibat kondisi politik di Inggris yang salah satunya mencakup Brexit. Kesepakatan Brexit yang hingga saat ini masih belum tercapai dan berpotensi tidak terjadi, menjadi sentimen buruk bagi GBP. Hal ini disebabkan dari kesepakatan yang dapat tidak terjadi tersebut dapat merugikan perekonomian akibat menghambat perdagangan internasional. Sehingga, hingga permasalahan Brexit diselesaikan, kondisi perdagangan Inggris di Eropa masih akan bermasalah.

Analisis Teknikal Mendukung

Oleh karena adanya beberapa sentimen negatif terhadap Inggris, GBP nampaknya akan terus turun, dan mengingat JPY adalah salah satu mata uang pengaman, kemungkinan alur dana akan berubah. Hal ini disebabkan GBP yang dinilai sebagai mata uang berisiko dan JPY sebagai mata uang yang aman. Sehingga kemungkinan GBPJPY akan bergerak turun.

Pergerakan Harian GBPJPY

Sisi teknikal nampaknya juga mendukung, dengan pergerakan yang baru saja keluar dari zona pergerakan naik dan telah menyentuh zona tersebut sebelum turun. Saat ini, potensi terbentuknya pola double top telah terlihat akibat gagalnya menembus 137.652 dan nampaknya akan mulai bergerak turun. Potensi pergerakan turun ini juga didukung oleh Indikator RSI yang memperlihatkan pergerakan turun menyentuh dan mulai melewati zona netral. Pola candlestick tweezer top juga mendukung potensi pergerakan turun ini, sehingga kemungkinan GBPJPY akan turun.

Baca juga: Perekonomian Selandia Baru Diprediksi Membaik Akibat Naiknya Inflasi

Jika turun, kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada batas bawah di 135.751 dan jika terus turun dapat membawa ke 133.532. Kemudian jika terus turun, target selanjutnya berada pada 132.026 sebelum turun ke 130.838. Apa bila kondisi Inggris terus memburuk, kemungkinan GBPJPY dapat terus turun ke 129.332 dan kemudian 125.528 yang merupakan titik terendah tahun ini.

Tags: