Garudafood berencana buyback saham GOOD dengan dana yang dikabarkan mencapai Rp 100 Miliar. Pembelian kembali saham ini dikabarkan adalah sebagai tindakan stabilisasi harga saham.

Garudafood Berencana Buyback

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham GOOD. Diperkirakan pembelian kembali atau buyback ini akan mencapai sekitar 2% dari modal yang disetor penuh. Rencananya, pembelian kembali ini akan dilakukan dengan mengalokasikan dana paling banyak sebesar Rp 100 Miliar.

Dikabarkan bahwa pembelian kembali ini akan dilakukan selama 18 bulan sejak persetujuan RUPSLB atau hingga sekitar 2 Maret 2022. Rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB itu sendiri baru akan dilaksanakan pada 3 September 2020.

Pembelian kembali saham ini dinyatakan sebagai aksi stabilisasi harga saham agar lebih merepresentasikan kinerja perusahaan kedepannya. Saham yang dibeli kembali akan disimpan sebagai saham treasuri dalam jangka waktu tidak lebih dari tiga tahun. Kemungkinan besar harapannya adalah untuk menciptakan stabilitas harga agar kedepannya dapat naik.

Dampak Terhadap Saham GOOD

Saham GOOD yaitu saham dari Garudafood diharapkan akan naik setelah adanya pembelian kembali ini. Hal ini disebabkan oleh kinerja Garudafood yang cukup baik namun belum tercermin pada sahamnya sehingga butuh stabilisasi.

Pergerakan Harian Saham GOOD

Terlihat dari pergerakannya, aksi buyback mungkin dirasa perlu akibat konsolidasi yang terjadi sejak akhir Juni 2020. Namun, konsolidasi ini terjadi juga dalam volume yang seimbang dan bukan karena ketenangan atau Ketidaktertarikan dalam pasar. Sehingga stabilisasi yang dimaksud kemungkinan besar murni untuk membuat harga saham mencerminkan kinerja Garudafood yang terkesan baik.

Untuk harganya, karena saat ini baru keluar dari zona konsolidasi antara Rp 1.300 dan Rp 1.287, kemungkinan harga akan naik. Kenaikan ini juga akan dipicu dari buyback yang akan terjadi akibat pembelian umumnya meningkatkan harga. Jika ternyata benar terus naik, target berikutnya adalah beberapa harga di atas batas atas konsolidasi.

Baca juga: INTP Memberikan 100% Laba Bersih Tahun 2019 Sebagai Dividen

Jika harga berhasil menembus batas atas, ada kemungkinan target selanjutnya adalah Rp 1.345. Jika terus naik, target selanjutnya ada di antara harga Rp 1.394 sebelum mencapai Rp 1.441. Jika berhasil terus naik, target selanjutnya adalah Rp 1.490 dan Rp 1.518 sebelum terus naik ke atas.

Namun, jika buyback ini dianggap sebagai insentif negatif dan harga turun, kemungkinan harga akan jatuh kembali ke Rp1.300 sebelum mendekat ke sekitar batas bawah konsolidasi pada Rp 1.284. Jika terus jatuh, kemungkinan target berikutnya adalah pada Rp 1.258, Rp 1.228, Rp 1.204, sebelum menyentuh Rp 1.162. Jika ternyata terus turun, harga kemungkinan akan mencapai Rp 1.118 sebelum mencapai Rp 1.080 sebelum terus turun ke bawah.

Tags: