Ekonomi Indonesia dikabarkan mengalami penurunan dari data yang dipublikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, IHSG terlihat tertutup positif walaupun adanya data negatif ini.

Ekonomi Indonesia Memburuk

Badan Pusat Statistik telah mempublikasikan data perekonomian pada 3 Agustus dan 5 Agustus 2020 yang menunjukkan angka negatif untuk perekonomian Indonesia. Dikabarkan bahwa pada 3 Agustus 2020, BPS mempublikasikan data mengenai inflasi Indonesia yang turun sebesar 0,10% pada Juli 2020.

Deflasi ini terjadi akibat perekonomian yang masih mengalami penurunan akibat Covid-19 dengan beberapa data yang mendorong pelemahan harga. Dikabarkan bahwa Harga Produsen turun sebesar 1,44% pada Triwulan II 2020, bersama dengan Indeks Harga Perdagangan Besar yang turun sebesar 0,08%.

Namun, kabar penurunan ini ditambah lagi dengan adanya data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang dipublikasikan Hari Rabu, 5 Agustus 2020. Dikabarkan bahwa PDB Indonesia mengalami penurunan 5,32% dibandingkan Tahun 2019. Penurunan ini didorong oleh penurunan kuartalan sebesar 4,19% dan triwulanan yang turun sebesar 1,26%.

Idealnya, data yang dipublikasi ini menjadi sentimen negatif terutama bagi pasar berisiko tinggi seperti pasar saham. Namun, setelah publikasi data PDB hari ini Pukul 11.00, IHSG justru tertutup lebih tinggi dari kemarin.

IHSG Tetap Kuat

Tercatat bahwa sejak awal Bulan Agustus hingga hari ini, IHSG telah naik 2,41% dengan peningkatan sekitar 1,03% dibandingkan penutupan kemarin. Penutupan yang lebih tinggi pada hari ini membuat adanya pergerakan yang tidak lazim, akibat umumnya dengan data negatif dari perekonomian, umumnya IHSG turun.

Beberapa analis dari sekuritas ternama seperti Samuel Sekuritas menyatakan bahwa penguatan ini terjadi akibat kepercayaan investor terhadap pasar modal. Hal ini disebabkan oleh analisis mengenai pasar modal yang memiliki kemungkinan kecil untuk mengalami penurunan karena penurunan sudah terjadi dari Januari hingga Maret 2020. Sehingga, mayoritas investor percaya bahwa kedepannya hanya akan terjadi pemulihan. Yang membuat adanya kabar buruk perekonomian ini menjadi kesempatan untuk membeli yang mendorong IHSG untuk naik.

Baca juga: Adhi Karya Membukukan Pendapatan Rp 5,53 Triliun!

Selain itu, ada kemungkinan bahwa tertutupnya IHSG hari ini juga disebabkan oleh sentimen pasar modal acuan yaitu pasar modal Amerika. Pasar modal Amerika sedang mengalami penguatan terutama pada indeks terbesarnya yaitu Dow Jones. Dikabarkan bahwa hingga penutupan kemarin, indeks saham besar Amerika yaitu Dow Jones, Nasdaq, dan S&P 500 masih mengalami peningkatan.

Oleh karena kabar positif tersebut, pasar modal lain terkena dampaknya sehingga mayoritas pasar saham di Asia, seperti Indonesia mengalami pergerakan yang positif. Namun, masih ada kemungkinan untuk IHSG turun karena investor asing yang masih menunggu sentimen global yang hingga saat ini masih terlihat belum jelas.

Penurunan juga sangat mungkin akibat IHSG yang saat ini sedang mendekati batas atas pergerakan sehingga kemungkinan turun masih ada. Namun, jika IHSG dapat menembus Rp 5.156 kemungkinan besar kedepannya IHSG naik. Tetapi, jika turun, kemungkinan IHSG akan turun ke batas bawah di sekitar Rp 5.008.

Sumber Data: Badan Pusat Statistik

Tags: