Bitcoin (BTC) memulai harga 9.000 USD pada 6 Maret 2020, sewaktu penyebaran virus Corona memporak-porandakan traditional market.

Bitcoin berubah di $9.000 dari Support Resistance

 

Data dari Coin360 dan Cointelegraph Marketyang dilansir dari Cointelegraph.com mendeskripsikan suatu gambaran buoyant untuk BTC/USD pada 6 Maret, permainan lokal tertinggi 9.190 USD. Dalam semalam Bitcoin berfluktuasi sekitar 9.100 USD saat ada tekanan.

Baca juga: Analis PlanB Memperkirakan Harga Bitcoin akan Meningkat Hingga $100.000 pada 2022

Sebaliknya, saham semakin hari semakin teraniaya di akhir-akhir pekan ini. Dow Jones (DJIA), kembali harus memulihkan keadaan menyusul  kerugiannya tertingginya sepanjang sejarah, di minggu lalu, turun 1.000 poin lagi menjadi 26.100. Sementara itu, wabah virus Corona merupakan masalah di negara-negara yang telah terinfeksi, di mana-mana market merasakan dampak tersebut sekali lagi. Bagi analis filbfilb Market Cointelegraph, keseluruhan volatilitas dan reaksi Bitcoin terhadap virus tidak bisa diasumsikan sepenuhnya pada posisi bullish.

“Scanner (yang memberi tahu kita secara keseluruhan) masih berhati-hati meskipun breakout bagus,” ungkapnya di Channel Telegram Trading.

Filbfilb menambahkan nilai yang lebih tinggi mendekati 10.000 USD, ini bisa jadi hal menarik sebagai peluang untuk melakukan trading.

Van de Poppe: Target Harga BTC “Kemungkinan” $9.4000 

Analisis Michael Van de Poppe optimis pada banyak hal. Aliran di atas 9.150 USD untuk Bitcoin, diperkirakan akan memicu run beberapa ratus dolar lagi. Pada cuitannya di Twitter, Michael mengatakan, 8.950-9.000 USD level flipped menjadi dukungan dan stuck di kisaran itu.

“Angka naik di atas 9.150 USD dan kita akan melihat adanya kenaikan di angka 9.400 USD (yang tampaknya akan terjadi).”

Sebaliknya, jika BTC/USD tidak mampu menampung 9.000 USD lebih lama lagi, van de Poppe memperkirakan harganya akan ada di kisaran antara 8.400 dan 8.600 USD. Dilansir dari Cointelegraph, beberapa komentator memperkirakan jangka pendek untuk Bitcoin ditandai oleh kekuatan harga. Hash rate, metrik yang biasanya digunakan mengisi kinerja harga traditional, mencapai angka tertinggi baru di minggu ini, sementara May’s block reward halving dapat juga membuktikan katalis terlebih dahulu.

Sumber