Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) pada Selasa 23 Maret 2021. Keputusan suspensi diambil setelah saham mengalami peningkatan harga signifikan.

TIFA Diberhentikan BEI Sementara

Keputusan suspensi tertuang dalam pengumuman bernomor Peng-SPT-00061/BEI.WAS/03-2021. Dalam pengumuman tersebut BEI menyatakan,

“Dalam rangka cooling down, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA), pada perdagangan tanggal 23 Maret 2021,”

Penghentian sementara perdagangan TIFA dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai. Tujuannya, memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang dalam keputusan investasinya di perusahaan.

Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan, menurut pesan BEI.

Baca juga: Kinerja IPCM Diprediksi Positif Akibat Kontrak Kerja Sama Baru

Mengutip RTI Infokom, terpantau saham naik nyaris 80% dalam sepekan terakhir. Bahkan, sejak tiga bulan terakhir, TIFA tercatat menguat sebesar 221,27 persen.

Pada perdagangan sebelumnya, Senin 22 Maret 2021, saham meroket 15,45% atau menguat dari Rp1.230 menjadi Rp1.420. Ke depannya kemungkinan besar saham ini akan mengalami apresiasi kembali saat suspensi diberhentikan.

Apresiasi Terlihat Tinggi

Jika melihat dari sisi teknikal, kemungkinan besar koreksi akan terjadi setelah suspensi ini, namun kemungkinan hanya sesaat. Hal ini disebabkan fenomena di sekitarnya yang nampaknya akan mendorong apresiasi lebih tinggi, bahkan melewati harga tertinggi sebelumnya.

Dari sisi teknikal, kemungkinan besar apresiasi akan menuju ke sekitar Rp2.500 yang berdekatan dengan daerah 161,8% Fibonacci Extension. Namun, melihat wick dari candlestick yang mulai terlihat besar, koreksi kemungkinan akan terjadi terlebih dahulu.

Kemungkinan besar koreksi akan menuju ke Rp1500 hingga Rp 1.400 sebelum bergerak naik ke atas kembali. Ke depannya, kemungkinan akan terjadi volatilitas yang cukup tinggi, mengingat hal tersebut adalah yang umumnya terjadi pada saham ARA atau Auto Reject Atas.

Indikator MA Cross belum memperlihatkan pertanda saham akan melemah yang menjadi tanda positif. Namun, apresiasi terlihat mulai tinggi yang memberikan kemungkinan kejenuhan, sehingga ada kemungkinan koreksi setelah pemberhentian dibuka.

Namun, perlu kewaspadaan yang tinggi, akibat umumnya saham seperti ini memiliki risiko yang cukup tinggi. Sebagai pengingat, dalam saham atau aset keuangan lainnya, semakin tinggi harga asetnya, maka semakin tinggi juga risikonya.

 

Tags: