Bank Indonesia dikabarkan telah mengecoh pasar dengan menurunkan suku bunga acuan dari 4% menjadi 3,75%. Penetapan ini mengejutkan pasar akibat banyaknya prediksi bahwa suku bunga acuan akan tetap pada 4%.

Bank Indonesia Mengecoh Pasar

Kemarin, 20 November 2020, Bank Indonesia baru saja mengumumkan penetapan suku bunga acuan untuk periode selanjutnya. Dikabarkan bahwa penetapan tersebut telah mengejutkan dunia akibat turunnya suku bunga acuan setelah stagnan beberapa bulan.

Mayoritas pasar memprediksi bahwa suku bunga acuan akan tetap pada 4% dikarenakan stagnasinya sejak Juli 2020. Selain itu mayoritas pasar juga melihat bahwa perekonomian Indonesia sudah mulai membaik dan bergerak kembali sehingga tidak terpikir kemungkinan suku bunga acuan akan turun.

Namun ternyata yang terjadi adalah sebaliknya dimana Bank Indonesia ternyata menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Dengan turunnya suku bunga acuan ini, suku bunga acuan untuk pinjaman juga turun menjadi 4,5% dan suku bunga tabungan menjadi 3%.

Keputusan ini dikabarkan terjadi akibat Bank Indonesia yang ingin mempercepat pertumbuhan ekonomi dari pemulihan covid-19. Selain itu, penetapan ini dikabarkan akibat mempertimbangkan perkiraan inflasi yang rendah serta menjaga stabilitas eksternal.

Sehingga, kemungkinan penetapan suku bunga acuan ini akan berdampak pada nilai Rupiah yang sebelumnya masih terus menguat. Intervensi suku bunga ini juga kemungkinan dilakukan untuk menjaga nilai Rupiah agar tetap menarik di mata investor asing.

Rupiah Diprediksi Melemah

Oleh karena itu, kemungkinan dengan penetapan suku bunga acuan ini, Rupiah akan mulai melemah dan terkoreksi dalam apresiasinya. Koreksi ini akan mulai terlihat terutama terhadap Dolar Amerika dimana Rupiah telah terapresiasi beberapa pekan terakhir.

Pergerakan Harian USDIDR

Dapat dilihat bahwa saat ini nilai tukar Rupiah (IDR) dan Dolar Amerika (USD) sedang berkonsolidasi dan sedang mencoba menembus Rp 14.172. Dengan adanya penetapan suku bunga ini, kemungkinan USDIDR akan terus bergerak naik dan melewati batas atas tersebut.

Tetapi, kemungkinan pergerakan tersebut juga masih akan terhambat sentimen dari Amerika yang juga akan meningkatkan kebijakan ekspansifnya. Namun dengan Indikator MACD yang mulai menandakan apresiasi bersama RSI, kemungkinan akan terjadi pergerakan naik ke depannya untuk USDIDR.

Baca juga: Suku Bunga Acuan Indonesia Diprediksi Stagnan di 4%

Namun, untuk saat ini pergerakan masih terjebak dalam konsolidasi dan kemungkinan jika Rp 14.172 berhasil dilewati, target berikutnya berada pada Rp 14.339. Namun, jika terus turun, kemungkinan target selanjutnya ada pada Rp 13.939.

Sehingga mengingat sentimen dari kedua negara yang masih membuat nilai mata uangnya melemah, masih terdapat banyak kemungkinan pergerakan ke depan. Oleh karena itu, saat ini sebaiknya investor dapat menganalisis lebih dalam terutama mengenai dua batas nilai tukar saat ini.

Tags: