Bank BTN menjadi penguasa pangsa pasar KPR di Indonesia dengan persentase sebesar 40% menurut Direktur Utama, Pahala N. Mansury.

Bank BTN Menjadi Penguasa KPR

Hingga saat ini, Bank BTN (BBTN) masih berjanji untuk membantu mempermudah individu untuk memiliki rumah idamannya melalui Jasa KPR. Akibat motivasi tersebut, BBTN telah berhasil menjadi penguasa pangsa pasar dalam jasa pemberian Kredit Pembelian Rumah(KPR). Pahala N. Mansury, Direktur Utama Bank BTN, menyatakan bahwa hingga saat ini, BBTN menguasai 40% pangsa pasar KPR di Indonesia. Selain itu, dikabarkan juga bahwa BBTN menjadi penguasa pangsa pasar segmen KPR subsidi di Indonesia dengan persentase 89% .

Salah satu cara untuk mempertahankan pangsa pasar tersebut juga terlihat dalam promo yang akan diberikan dalam waktu dekat. Direktur Utama BBTN menyatakan bahwa mereka akan memberikan promo bunga sebesar 4,17% dengan bebas bayar pokok dan tenor kredit hingga 30 tahun selama  45 hari dalam masa pameran IPEX Virtual. Pameran ini dikabarkan akan dilaksanakan dari 22 Agustus hingga 30 September 2020. Promo ini dikabarkan untuk mempermudah individu yang ingin memiliki rumah di masa pandemi ini. Selain itu, melalui promo dan pameran ini, BBTN berencana untuk terus mengembangkan ranah digitalnya.

Baca juga: Pedagang Saham Cina Miliki Minat Besar ke Bursa Amerika

Selain itu, cara lain BBTN memperluas bantuan dalam bentuk kredit dapat dilihat dari beberapa produknya. Salah satu ranah yang menarik adalah kredit bagi kalangan informal berupa KPR berbasis komunitas. Komunitas tersebut dikabarkan berisi berbagai profesi seperti tukang cukur, pengemudi ojek daring, hingga pengemudi taksi ujar Pahala N. Mansury. Dengan berbagai strategi tersebut, Bank BTN telah memberikan kontribusi untuk program Sejuta Rumah mencapai lebih dari 60% per tahun atau setara 736 ribu unit.

Dampak Bagi Saham BBTN

Kabar ini dapat menjadi pertanda bahwa Bank BTN masih menjadi salah satu bank yang memiliki kinerja positif walaupun dalam pandemi. Oleh karena itu, kemungkinan dampaknya juga akan menjadi sentimen positif bagi saham BBTN.

Pergerakan BBTN

Walaupun BBTN merupakan salah satu saham yang membutuhkan waktu cukup lama untuk pemulihan, nampaknya pergerakan kedepannya masih akan naik. Pergerakan ini terlihat baru terjadi pada awal Bulan Juni 2020, dan nampaknya belum melemah. Dengan adanya kabar ini kemungkinan saham ini akan terus naik akibat pendapatannya dari KPR yang kemungkinan meningkat.

Jika saham ini terus naik, target selanjutnya ada pada batas atas di Rp 1.508 sebelum terus naik ke Rp 1.685. Kemudian jika terus naik, kemungkinan target selanjutnya adalah di Rp 1.774 sebelum menuju Rp 1.938 dan Rp 2.074. Apa bila harga terus naik, kemungkinan target selanjutnya ada pada harga tertinggi Tahun 2020 pada Rp 2.171 sebelum terus naik.

Tetapi, jika ternyata pada perdagangan pekan ini turun, kemungkinan tujuan selanjutnya adalah pada Rp 1.445 sebelum menyentuh Rp 1.305. Jika terus turun, tujuan selanjutnya ada pada Rp 1.208 sebelum menyentuh Rp 1.086 dan Rp 980. Apa bila harga terus turun, kemungkinan tujuan berikutnya ada pada Rp 828 sebelum Rp 739 yang merupakan harga terendah Tahun 2020.

Tags: