Mata uang cadangan dunia adalah mata uang yang diterima oleh semua negara di dunia. Pada tahun 2020, Goldman Sachs Group memperingatkan bahwa dolar Amerika Serikat (AS) terancam kehilangan statusnya sebagai mata uang cadangan dunia. Ahli strategi Goldman memperingatkan bahwa kebijakan Amerika pada saat itu memicu kekhawatiran atas penurunan nilai mata uang yang dapat mengakhiri cengkeraman dolar AS sebagai kekuatan dominan di pasar valuta asing global.

Bangkitnya Teknologi Blockchain

Pada tahun 2008, Satoshi Nakamoto, menerbitkan whitepaper Bitcoin: Sistem Uang Elektronik Peer-to-Peer. Ciptaannya, yaitu Bitcoin, dan mata uang kripto lainnya yang mengikutinya bergantung pada teknologi blockchain, sebuah database yang menyimpan informasi secara elektronik dalam format digital.

Teknologi Blockchain lahir pada tahun 1991 ketika ilmuwan peneliti Stuart Haber dan W. Scott Stornetta berusaha untuk memperkenalkan solusi praktis komputasi untuk dokumen yang mempunyai cap waktu sehingga cap waktu pada dokumen tersebut tidak bisa diganti atau dirusak. Nakamoto mengambil teori blockchain dan dipraktikkan ke Bitcoin, dan dia mereferensikan karya Haber dan Stornetta di whitepaper-nya.

Blockchain memelihara catatan transaksi yang aman dan terdesentralisasi, menjamin keamanan catatan data dan menghasilkan kepercayaan tanpa perlu pihak ketiga.

Perbedaan antara database tradisional dan blockchain adalah struktur datanya. Blockchain mengumpulkan informasi dalam kelompok atau blok yang menyimpan kumpulan informasi.

Mata uang kripto telah menyebabkan banyak kontroversi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, hampir semua setuju bahwa teknologi blockchain sangat revolusioner, karena dapat menggerakkan keuangan dan aplikasi bisnis lainnya ke era teknologi.

Invasi Rusia ke Ukraina telah membelah dunia

Dolar AS adalah mata uang cadangan dunia. Mata uang cadangan digunakan oleh negara-negara di seluruh dunia untuk perdagangan dan kepemilikan. Dolar memiliki posisi tersebut karena stabilitas politik dan ekonomi Amerika Serikat.

China dan Rusia, negara-negara yang secara ideologis menentang AS, telah menjauh dari dominasi dolar dalam beberapa tahun terakhir. China adalah produsen emas terkemuka dunia dan telah membeli produksi emas dalam negeri.

Emas adalah aset cadangan yang diakui seluruh dunia. China juga telah bekerja untuk menjadikan yuan sebagai mata uang asing yang lebih diterima di seluruh dunia.

Rusia, produsen emas terbesar ketiga di dunia, juga telah meningkatkan kepemilikan emasnya dengan membeli produksi dalam negeri. Namun, Rusia lebih menyukai euro daripada dolar untuk cadangan devisanya.

Perang di Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022, dimana Rusia yang melakukan invasi. Namun invasi itu mungkin sudah terjadi pada awal bulan, tanggal 4 Februari.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi bertemu pada upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing. Mereka menyetujui paket perdagangan $117 miliar. Tetapi yang lebih penting, mereka berjabat tangan pada kesepakatan kerja sama “tanpa batas” untuk melawan AS, Eropa, dan sekutu mereka di seluruh dunia.

Aliansi “tanpa batas” kemungkinan akan mengatur panggung untuk invasi Rusia ke Ukraina dan pada akhirnya dapat menyebabkan reunifikasi paksa antara China dan Taiwan.

Kekuatan nuklir dunia kini terbagi menjadi dua blok oposisi. Cina, Rusia, Iran, Korea Utara, dan sekutu mereka di satu sisi; AS, Eropa Barat, Jepang, Kanada, Australia, dan sekutunya di sisi lain.

Sementara beberapa negara tetap netral, basis kekuatan dunia telah bercabang di sepanjang garis ideologis. Perang di Ukraina menciptakan ancaman yang signifikan mengingat perjanjian “tanpa batas”. Sanksi AS dan Eropa terhadap Rusia tidak efektif mengingat aliansi dengan China, ekonomi terbesar kedua di dunia.

Baca juga: Cadangan Devisa China Naik, Seiring Tergelincirnya USD

Berapa lama sebelum masing-masing pihak memiliki mata uang digital?

China telah berada di jalur yang tepat menuju mata uang digital nasional yang suatu hari nanti bisa menjadi mata uang cadangan. Pada 4 Januari 2022, China meluncurkan yuan digital percontohannya melalui aplikasi seluler, e-CNY. Peluncuran ini diperluas dengan uji coba di seluruh China. Aplikasi baru ini memungkinkan pengguna di sepuluh wilayah, termasuk Shanghai dan Beijing, untuk menggunakan mata uang digital.

Pada 9 Maret, dalam sebuah perintah eksekutif, Presiden AS Joe Biden menguraikan rencana pemerintahannya untuk “memastikan inovasi yang bertanggung jawab dalam aset digital.” Salah satu inisiatifnya adalah:

“Menjelajahi mata uang digital bank sentral AS (CBDC) dengan menempatkan urgensi pada penelitian dan pengembangan potensi CBDC Amerika Serikat, dan ini harus dianggap sebagai kepentingan nasional.”

Perintah eksekutif selanjutnya menyoroti bahwa pemerintah ingin:

“memprioritaskan partisipasi AS dalam eksperimen multi-negara, dan memastikan kepemimpinan AS secara internasional untuk mempromosikan pengembangan CBDC yang konsisten dengan prioritas pada AS serta nilai-nilai demokrasinya.”

Namun faktanya, AS jauh tertinggal dari China dalam hal pelepasan mata uang digital yang bisa menjadi mata uang cadangan dunia baru.

Intinya adalah pergeseran ke globalisme ternyata telah bercabang dan menempatkan China di posisi terdepan dalam perlombaan mata uang digital.

Apakah ada kandidat kripto untuk menjadi cadangan global saat ini?

Karena globalisme telah bercabang dengan persaingan antara China-Rusia atau AS-UE secara ideologis tidak kompatibel dengan mata uang kripto. Karena alasan itu, Bitcoin, Ethereum, dan lebih dari 18.100 kripto lainnya yang tersedia saat ini kemungkinan akan bertahan kecuali pemerintah memutuskan untuk melarang sepenuhnya.

Pada tahun 2021, Ray Dalio, seorang investor miliarder Amerika dan manajer dana lindung nilai, mengatakan bahwa jika Bitcoin benar-benar sukses, regulator akan “membunuhnya.” Perintah eksekutif minggu lalu menunjukkan bahwa pemerintah AS tidak ingin membunuh pasar kripto tetapi pemerintah hanya ingin mengatur dan mengikatnya untuk mencegah risiko sistemik dan risiko lainnya.

Mata uang digital China dan mata uang digital AS pada akhirnya akan bersaing untuk mendominasi. Peluang Bitcoin atau kripto lainnya hanya merupakan peran yang kecil. Namun, karena kepercayaan dunia terhadap pemerintah terus menurun, mata uang kripto yang tidak terikat dengan pemerintah atau sistem politik mana pun kemungkinan akan terus memainkan peran yang berkembang dalam sistem keuangan global.

 

Sumber

Baca juga: Microstrategy Inc. Menyimpan Dana Sebesar $250 Juta Dalam Bitcoin