Kenaikan Suku Bunga Fed Menyebabkan 3 Saham Ini Berpotensi Unggul

The Fed telah menaikkan suku bunga seperempat poin persentase pada Rabu (16/3/2022) untuk pertama kalinya sejak 2018 karena berusaha untuk mengendalikan inflasi AS tertinggi dalam empat dekade dan memperkirakan rencana agresif untuk kenaikan lebih lanjut sementara pembuat kebijakan juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2022.

Mempertimbangkan hal itu, di bawah ini adalah tiga saham sektor keuangan yang siap untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan karena Fed memperketat kebijakan moneter.

1. Bank Of America

  • Rasio P/E: 11.5
  • Kapitalisasi Pasar: $334.7 Miliar
  • Kinerja Year-To-Date: -6.7%

Bank of America (NYSE:BAC) adalah salah satu lembaga perbankan yang masuk ‘Empat Besar’ di Amerika, bersama dengan JPMorgan Chase, Citigroup, dan Wells Fargo.

BAC, yang turun sekitar 7% year-to-date, ditutup di $41,50 hari Selasa lalu. Saat ini, BAC memiliki kapitalisasi pasar sekitar $335 miliar, menjadikannya lembaga perbankan AS terbesar kedua, setelah JPM.

BofA akan mendapat manfaat dari kenaikan suku bunga yang sedang berlangsung di seluruh pasar Treasury yang dihasilkan dari pergeseran hawkish Fed dalam kebijakan moneter. Pada hari Senin, imbal hasil Treasury 10 tahun mencapai 2,16%, yang merupakan poin tertinggi sejak Mei 2019.

Suku bunga dan hasil yang lebih tinggi cenderung meningkatkan keuntungan dari bunga yang diperoleh bank dari produk pinjaman mereka. Atau margin bunga bersih—selisih antara pendapatan bunga yang dihasilkan oleh bank dan jumlah bunga yang dibayarkan kepada deposan mereka.

Selain itu, raksasa perbankan—yang sahamnya memiliki rasio price-to-earning (P/E) yang relatif rendah 11,5—menawarkan dividen tahunan sebesar $0,84 per saham dengan imbal hasil 2,04%, di atas imbal hasil S&P 500, yang saat ini berada di 1,45%.

Baca juga: Investor Asing Borong Saham Bank Raksasa RI! Ini Penyebabnya

2. Charles Schwab

  • Rasio P/E: 29.4
  • Kapitalisasi Pasar: $157.4 Miliar
  • Kinerja Year-To-Date: -1.1%

Sebagai salah satu lembaga keuangan terbesar di negara ini, Charles Schwab (NYSE:SCHW) cukup unggul dalam menghadapi keadaan saat ini. Karena posisi investor yang akan menerima manfaat dari suku bunga Fed yang lebih tinggi di bulan-bulan mendatang.

Saham SCHW—yang turun sekitar 1% year-to-date dibandingkan dengan penurunan S&P 500 sebesar 10,6% dalam jangka waktu yang sama—mengakhiri sesi di $83,17 hari Selasa lalu. Saat ini, perusahaan yang berbasis di Westlake, Texas ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar $157,4 miliar, menjadikannya lembaga perbankan AS terbesar ketujuh.

Perusahaan jasa keuangan ini menyediakan layanan perbankan, perbankan komersial, platform perdagangan elektronik, dan layanan konsultasi wealth management untuk klien ritel dan institusi. Charles Schwab memiliki 33,4 juta rekening perantara aktif, 2,2 juta peserta program pensiun perusahaan, 1,6 juta rekening perbankan, dan $7,69 triliun total aset klien pada akhir Februari.

3. Prudential Financial

  • Rasio P/E: 5.6
  • Kapitalisasi Pasar: $41.3 Miliar
  • Kinerja Year-To-Date: +1.4%

Prudential Financial (NYSE:PRU) menyediakan asuransi, manajemen investasi, serta produk dan layanan keuangan lainnya untuk pelanggan ritel dan institusi di seluruh AS dan di lebih dari 40 negara. Prudential adalah perusahaan asuransi AS terbesar, dengan total aset lebih dari $1,7 triliun.

Saham Prudential telah mengungguli pasar sepanjang tahun ini. Hal itu karena investor berinvestasi pada perusahaan-perusahaan siklikal dengan penilaian murah dalam keadaan inflasi saat ini. PRU telah naik 1,4% tahun ini; mengakhiri sesi di $109,79 hari Selasa lalu, nilai perusahaan asuransi yang berbasis di Newark, New Jersey ini sebesar $41,3 miliar.

 

Sumber

Baca juga: Saham Asia Naik, Investor Terus Pantau Kenaikan Suku Bunga Fed

Tags: