Dolar Amerika naik secara mengejutkan setelah pertemuan FOMC atau The Federal Open Market Committee. Pergerakan ini merupakan pergerakan yang tidak lazim namun dapat menjadi konfirmasi bahwa status Dolar Amerika sebagai safe-haven masih nyata.

Dolar Amerika Naik Setelah Pertemuan FOMC

Setelah pertemuan FOMC kemarin, Dolar Amerika secara ajaib justru mengalami apresiasi terhadap beberapa mata uang utama. Tercatat bahwa setelah adanya pertemuan FOMC tersebut, Indeks Dolar Amerika mengalami peningkatan lebih dari 0,35% dan masih terlihat terus naik. Apresiasi ini merupakan pergerakan yang tidak lazim akibat hasil pertemuan FOMC yang digelar Kamis 20 Agustus 2020 pada 01.00 WIB, berujung kesimpulan kebijakan ekspansif yang berlanjut.

Dikabarkan bahwa dari pertemuan FOMC tersebut, Bank Sentral Amerika akan terus menggencarkan kebijakan moneter ekspansif. Kebijakan ini dikabarkan akan dilakukan dengan penetapan suku bunga acuan yang mendekati 0%, melawan pernyataan sebelumnya yang ingin mulai menaikkan suku bunga. Selain itu, kebijakan ekspansif lainnya akan diterapkan melalui operasi pasar terbuka dengan pembelian obligasi dalam kerangka kebijakan Yield Curve Control.

Dikabarkan bahwa seluruh kebijakan ekspansif yang tetap digencarkan adalah cara untuk bank sentral mengejar target inflasinya pada 2%. Target ini masih jauh dari realita inflasi Amerika yang masih bergerak pada angka 1% di akhir Bulan Juli 2020. Sehingga, kebijakan ekspansif masih dirasa perlu untuk mencapai target inflasi tersebut.

Pergerakan Tidak Lazim

Walaupun terdapat pernyataan penetapan kebijakan ekspansif, Dolar Amerika terlihat mengalami apresiasi setelah pertemuan FOMC. Pergerakan ini merupakan pergerakan yang tidak lazim akibat seharusnya, dengan adanya kebijakan ekspansif, nilai mata uang umumnya terdepresiasi. Ditambah lagi dengan adanya pernyataan kepala bank sentral mengenai utang yang akan membengkak dalam kebijakan ekspansif pemerintah, seharusnya depresiasi terjadi setelah pertemuan FOMC.

Baca juga: Data Sektor Manufaktur dan Jasa Kemungkinan Membuat EURJPY Naik

Selain itu, untuk mendukung kemungkinan depresiasi, kepala bank sentral juga menyatakan bahwa kedepannya perekonomian masih belum terlihat jelas. Hal ini disebabkan oleh kasus Covid-19 yang masih meningkat serta perekonomian yang masih belum stabil akibat faktor eksternal. Namun, adanya apresiasi yang terjadi, dapat menjadi pertanda kembali kuatnya status Dolar Amerika sebagai mata uang pengaman kekayaan atau safe-haven.

Apresiasi yang terjadi dapat menjadi pertanda kembali kuatnya Dolar Amerika setelah sempat melemah dan hampir kehilangan statusnya sebagai pengaman kekayaan. Dengan terjadinya apresiasi dalam masa ketidakpastian, Dolar Amerika kemungkinan kembali mengamankan statusnya sebagai pengaman dari sisi permintaan yang mendorong apresiasi. Namun, masih belum jelas apa penyebab dari apresiasi mendadak ini. Tetapi asumsi yang bisa diambil adalah Dolar Amerika kembali menguatkan statusnya sebagai mata uang pengaman di mata investor.

Tags: