Walau terjerat kasus suap akibat mantan direktur utamanya, Bank Tabungan Negara masih optimis terhadap kinerja kedepannya. Tetapi, nampaknya kabar ini telah memberikan sentimen negatif terhadap saham perusahaan.

Walau Terjerat Kasus Suap, BBTN Masih Yakin

Sekretaris Perusahaan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Ari Kurniaman, menyebutkan bahwa perusahaan menghormati proses hukum terkait tindak pidana. Tindak pidana yang dimaksud adalah korupsi pemberian gratifikasi dari PT Pelangi Putera Mandiri kepada mantan direktur utama BTN, Maryono, yang kini menjadi tersangka.

Ari menyatakan bahwa, Bank BTN menghormati proses hukum dalam penyelesaian masalah tersebut. Selain itu, perusahaan juga akan membantu penegak hukum dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Menurut Ari, kredit kepada PT PPM diberikan oleh BBTN pada 2014 dan kredit kepada PT Titanium Property diberikan pada 2013.

Beliau juga menyatakan bahwa cakupan terhadap pemberian kredit kepada kedua perusahaan tersebut, masih lebih tinggi. Sehingga, kredit masih aman dari sisi fungsi intermediasi perbankan dan telah diikat oleh hak tanggungan. Kedepannya beliau merasa yakin terhadap kinerja, akibat pemberian kredit telah memiliki agunan yang kuat dan telah disiapkan cadangan yang cukup. Sehingga, tetap dapat memberikan layanan terbaik bagi nasabah, dengan senantiasa mengedepankan good corporate governance dalam operasionalnya.

Penerapan Kepatuhan Hukum

Ari kemudian meneruskan bahwa selama ini BBTN sudah bekerja sama dengan Kejaksaan Agung dalam memproses penyelewengan debitur yang tidak mau membayar utang. Perusahaan sudah melakukan MoU dengan Kejaksaan Agung, dan sudah terbantu dengan upaya Kejaksaan Agung dalam memproses debitur yang menyeleweng.

Sejauh ini BBTN banyak melakukan perbaikan-perbaikan, terutama dalam proses bisnis dan meraih sertifikat SNI ISO37001:2016 dalam bidang kredit komersial dan bidang pengadaan. Sertifikat SNI ISO37001:2016 merupakan standar internasional yang mengatur Sistem Manajemen Anti Penyuapan, sehingga sangat penting untuk dimiliki.

Baca juga: Astra Terus Usahakan Garap Mayoritas Pasar Dalam Negeri

Menurut perusahaan, sertifikasi yang diperoleh BBTN tersebut menegaskan komitmen kepatuhan terhadap implementasi Undang-Undang No.28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Sertifikat SNI ISO37001:2016 sangat berarti bagi Bank BTN dalam melakukan transformasi perusahaan menuju The Best Mortgage Bank in South East Asia yang menjadi target untuk tahun 2025.

Tetapi sayangnya, dengan adanya kasus ini, sentimen negatif jadi menyebar di sekitar saham BBTN. Selain dengan adanya dampak dari Covid-19, sentimen ini telah membuat saham turun sejak awal tahun. Namun, penurunan ini juga mulai terjadi lagi terutama di awal September 2020. Tetapi dengan optimisme perusahaan dan kepatuhan kerja sama menangani kasus, sentimen positif dapat terbentuk. Oleh karena itu, saat ini dapat dijadikan saat yang tepat untuk membeli saham BBTN, mengingat targetnya yang juga cukup tinggi pada tahun 2025.

Dilansir dari IPOTNEWS

Tags: