Saham kawasan Asia menunjukkan sedikit perubahan pada hari Jumat. Data menunjukkan output industri Tiongkok kembali melonjak lebih dari yang diharapkan pada bulan April. Saham mainland China bercampur pada hari itu. Shanghai composite sedikit lebih rendah di sekitar 2.868,46 sementara Shenzhen composite menambahkan 0,159% menjadi sekitar 1.808,56. Indeks Hang Seng Hong Kong melayang di sekitar garis datar, pada jam terakhir perdagangannya.

Di Jepang, Nikkei 225 ditutup 0,62% lebih tinggi pada 20.037,47. Sedangkan indeks Topix naik 0,5% untuk mengakhiri hari perdagangannya di 1.453,77. Kospi Korea Selatan menambahkan 0,12% menjadi ditutup pada 1.927,28. Saham di Australia mencatat kenaikan pada hari itu, dengan S&P/ ASX 200 naik 1,43% menjadi 5.404,80. Peningkatan ini terjadi lantaran saham BHP penambang utama melonjak 3,46%.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,19%. Di sisi data ekonomi, output industri China naik 3,9% year-on-year di bulan April, menurut data yang dirilis Jumat oleh Biro Statistik Nasional negara terkait. Angka ini menandai ekspansi pertama dalam metrik untuk tahun ini dari Tiongkok. Analis dalam polling Reuters memperkirakan output industri untuk April naik 1,5%. Penjualan ritel, turun 7,5% di bulan April. Itu adalah penurunan yang lebih besar dari perkiraan penurunan 7%, menurut Reuters. Pada umumnya saham kawasan Asia menunjukkan peningkatan.

Baca juga: Saham Disney Meningkat Pasca Pengumuman Pembukaan Kembali Disney World

Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Bergantung Permintaan Domestik

Data dari Tionkok telah diawasi oleh para investor telah diawasi sejak ditemukannya kasus pertama pandemi virus corona dilaporkan. Data tersebut telah berhasil memulai kembali ekonomi setelah langkah-langkah lockdown diterapkan pada awal tahun.

“Ke depan, resesi global berikutnya akan membebani pemulihan China,” ungkap Louis Kuijs, kepala ekonomi Asia di Oxford Economics

Namun, Kuijs mengakui bahwa pertumbuhan Tiongkok sekarang sebagian besar bergantung pada permintaan domestik. Dia mengatakan momentum konsumsi rumah tangga meningkat secara substansial pada bulan April.  Meskipun itu tetap merupakan tautan terlemah.

Dalam satu malam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average ditutup 377,37 poin lebih tinggi pada 23.625,34. Sementara S&P 500 mengakhiri hari perdagangannya 1,15% lebih tinggi pada 2.852,50. Nasdaq Composite mendekati 0,9% lebih tinggi pada 8,943.72. Namun pergerakanpada hari Kamis di Amerika Serikat, masih meninggalkan rata-rata utama di jalur kinerja mingguan terburuk mereka sejak 20 Maret.

Harga Minyak Mentah Meningkat Drastis

Dilansir dari CNBC, harga minyak melonjak pada sore hari di jam perdagangan Asia. Benchmark kontrak minyak mentah berjangka , Brent internasional, naik 3,76% menjadi $ 32,30 per barel. Minyak mentah berjangka AS juga naik 3,37% menjadi $ 28,49 per barel.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap beberapa rekan-rekannya. Terakhir di 100,358 setelah menyentuh level sekitar 100,5 kemarin.

Yen Jepang diperdagangkan pada 107,17 per dolar setelah melemah dari level sekitar 106,8 kemarin. Dolar Australia berada di $ 0,6453, turun dari tertinggi di atas $ 0,654 yang terlihat awal pekan ini.

 

Tags: