PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dan PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO).

Hal tersebut disebabkan oleh harga saham mengalami peningkatan yang signifikan sehingga dinilai BEI naik secara “berlebihan”.

Saham BBYB dan YELO Diberhentikan Sementara

Berdasarkan pengumuman BEI, pelaksanaan suspensi saham BBYB dan YELO dilakukan mulai Sesi I perdagangan Kamis, 25 Februari 2021. Selain menghentikan perdagangan saham, BEI juga memutuskan untuk melakukan suspensi terhadap Waran Seri I milik YELO.

Pengumuman Bursa yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan, telah resmi diterapkan. Keputusan untuk melakukan suspensi di pasar reguler dan pasar tunai tersebut dalam rangka cooling down pasca kenaikan harga secara signifikan.

Hal tersebut dikarenakan BEI merasa bahwa apresiasi berlebihan terjadi terhadap pergerakan saham BBYB maupun saham dan waran YELO.

Lidia menyebutkan, tujuan suspensi itu untuk memberikan waktu yang memadai bagi para pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang, Ia menganjurkan bahwa para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang
disampaikan BBYB dan YELO.

Beberapa Saham Diawasi

Selain melakukan suspensi terhadap perdagangan saham BBYB dan YELO, BEI juga sedang memantau dan mencermati pola pergerakan saham lainnya.

Beberapa saham yang saat ini dipantau adalah PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU). Hal ini karena kedua saham tersebut mengalami pergerakan harga yang tidak wajar.

BEI menilai, harga BVIC dan FORU mengalami kenaikan harga yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA). Namun pengumuman UMA ini tidak menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal secara terbuka.

Baca juga: SMRA Bakal Rights Issue Dapatkan Rp3 Triliun, Dorong Kinerja

Sehubungan dengan terjadinya unusual market activity atas saham BVIS dan FORU tersebut, saat ini Bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Lidia dalam pernyataan beberapa hari terakhir.

Kemungkinan besar hingga saat ini banyak yang terjadi beberapa pergerakan yang terjadi secara cepat akibat juga fenomena saham dan artis yang mulai berkorelasi.

Sehingga saat ini banyak pihak yang mulai waspada terhadap beberapa pergerakan saham, akibat mudahnya pengaruh artis yang mengangkat atau membanting harga saham.

Dilansir dari IPOTNEWS

Tags: