PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), berencana melakukan penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya 3,60 miliar saham baru. Nilai tersebut setara 24% dari modal disetor perseroan.

Summarecon Bakal Rights Issue

Mengacu pengumuman yang disampaikan manajemen SMRA, nilai nominal rights issue tersebut sebesar Rp100 per saham. Namun konfirmasi lebih lengkap belum ditetapkan harga pelaksanaan rights issue ini.

Jika mengacu pada pergerakan saham rata-rata SMRA di kisaran Rp835 sampai Rp875, maka SMRA berpotensi meraih Rp3 triliun sampai dengan Rp3,15 triliun.

Nantinya, saham baru yang ditawarkan dalam HMETD-II ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dengan saham lama. Hak tersebut juga termasuk hak atas dividen.

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, perseroan akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 1 April 2021 mendatang.

Jangka waktu antara RUPSLB Penambahan Modal dengan HMETD II sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan. Hal tersebut sesuai dengan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan.

Manajemen berharap dapat memperkuat struktur permodalan Perseroan. Sehingga, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha, kinerja, dan daya saing dalam industri properti dan hospitality di Indonesia.

Pergerakan Saham SMRA

Saat ini sayangnya SMRA sedang bergerak turun keluar dari zona apresiasi yang membuat adanya potensi pergerakan koreksi beberapa hari ke depan.

Pergerakan ini juga terlihat mulai terkonfirmasi akibat harga yang melewati Indikator MA Cross bersama Indikator RSI dan MACD yang mulai bergerak turun.

Pergerakan Harian SMRA

Saat ini jika harga terkoreksi kemungkinan tujuan berikutnya berada pada Rp786 sebelum kemudian dapat bergerak naik kembali.

Setelah itu jika naik, batas atas utama yang perlu dilewati berada pada Rp857. Kemudian jika berhasil ditembus harga akan naik terus menuju Rp900 dan kemudian Rp 945.

Jika batas tersebut berhasil ditembus kemungkinan besar pergerakan ke depannya akan terlihat kuat. Namun, jika gagal, kemungkinan besar harga saham dapat kembali bergerak turun.

Saat ini, jika beberapa hari ke depan harga naik kembali, kemungkinan besar akan terbentuk pola bullish flag yang mengkonfirmasi pergerakan apresiasi kuat.

Dilansir dari CNBC Indonesia

 

 

Tags: