Pemerintah Sichuan nampaknya masih terus mendorong penambangan bitcoin dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Hubungan ini sangat didukung akibat besarnya penambangan bitcoin di provinsi tersebut, serta penggunaan PLTA yang baik untuk lingkungan.

Pemerintah Sichuan Mendorong PLTA

Provinsi Sichuan dikenal sebagai tempat penambangan bitcoin terbesar di dunia, dengan biara operasional yang sangat murah. Murahnya biaya ini didorong akibat penggunaan PLTA yang membuat biaya hanya 0,01 Dolar Amerika setiap kilowatt per jam. Menurut laporan dari daerah setempat, penambang bitcoin yang menggunakan PLTA telah disetujui untuk menambah konsumsi energinya oleh pemerintah.

Pada April 2020, laporan mengenai Kota Ya’an di Provinsi Sichuan menyatakan bahwa pemerintah mendorong penambang bitcoin untuk meningkatkan konsumsi energi dari PLTA. Dorongan dari pemerintah terhadap penambangan bitcoin merupakan pernyataan yang berlawanan dengan penguasa hukum yang menolak penambangan pada 2018. Nampaknya saat ini pemerintah Sichuan ingin membuat program perizinan penggunaan PLTA untuk menambang bitcoin.

Tetapi, langkah ini nampaknya akan menjadi sulit akibat beberapa pemegang kuasa hukum yang menyatakan konsumsi energi PLTA sudah berlebihan. Sehingga, ada beberapa pihak yang ingin membatasi penggunaan PLTA untuk penambangan bitcoin. Ditambah lagi dengan naiknya suhu udara di Sichuan yang meningkatkan konsumsi energi sehingga pembatasan akan sangat ketat.

Pangsa Global Penambangan Bitcoin

Konsumsi PLTA Untuk Penambangan Bitcoin Belum Akan Turun

Sichuan tidak diragukan lagi sebagai tempat penambangan terbesar untuk bitcoin di dunia dengan adanya dorongan dari PLTA. Nampaknya pergerakan ini akan meningkat dengan adanya beberapa pihak yang mendapatkan persetujuan konsumsi energi dari PLTA bersamaan dengan pembatasan.

Lylian Teng melaporkan bahwa terdapat beberapa perusahaan yang akan mendorong penggunaan energi dari PLTA. Teng melaporkan bahwa perusahaan ini berada di ranah blockchain, namun kenyataannya perusahaan ini adalah penambang bitcoin di Sichuan. Beliau juga melaporkan bahwa konsumsi yang disetujui ini datang dari persetujuan oleh Pemerintah Kota Ya’an.

Baca juga: Coinbase Membuka Jasa Kredit Dengan Jaminan Mata Uang Kripto

Teng melaporkan bahwa penambang di Sichuan mendapatkan biaya yang lebih rendah dari rata-rata biaya penambang bitcoin. Dikabarkan bahwa murahnya biaya ini mencapai 0,01 Dolar Amerika setiap kilowatt per jam dalam musim hujan. Persetujuan terhadap konsumsi energi PLTA yang meningkat dikabarkan sebagai langkah pemerintah untuk mendorong perkembangan ekonomi lokal.

Laporan terhadap persetujuan ini dilengkapi dengan data yang menyatakan bahwa Sichuan memproduksi 30 Milyar Kilowatt energi dari PLTA per tahun. Daerah dengan pemerintah yang menyetujui konsumsi energi untuk penambangan bitcoin ini, kemungkinan akan menjadi seperenam pengguna persediaan energi tersebut. Angka ini kemungkinan akan melipatganda dalam beberapa tahun ke depan.

Dilansir dari Bitcoin.com

Tags: