Mengenali pendapatan dari saham, merupakan sebuah hal yang penting sebelum memulai terjun ke dunia saham. Umumnya, investor pemula belum mengetahui beberapa cara untuk memiliki pendapatan, sehingga tidak memanfaatkan seluruh potensi pendapatan dari pasar saham.

Mengenali Pendapat dari Saham

Mencari pendapatan merupakan salah satu hal yang dicari saat investor terjun ke dunia saham. Bahkan hal tersebut adalah salah satu tujuan utama mengapa mayoritas masyarakat terjun ke dunia saham.

Namun sebelum memulai, ada baiknya investor pemula mengetahui bahwa ada lebih dari satu cara untuk mendapatkan pendapatan dari saham. Asumsi masyarakat pada umumnya tentang saham adalah pendapatan di dapatkan dari keuntungan apresiasi harga. Tetapi ada juga cara lain yaitu pendapatan yang berasal dari dividen.

Namun, sebelum membahas dividen, yang harus diketahui investor pemula adalah umumnya, salah satu cara paling sederhana untuk mendapatkan pendapatan adalah dengan keuntungan harga. Yang dimaksud dengan keuntungan harga adalah dengan prinsip seperti aset keuangan pada umumnya.

Prinsip ini merupakan prinsip transaksi keuntungan pada umumnya yaitu beli pada harga rendah dan jual saat harga tinggi. Cara ini adalah cara yang paling sering digunakan investor untuk mendapatkan pendapatan yang berupa keuntungan.

Umumnya investor mencairkan posisinya saat harga sudah sesuai preferensi keuntungannya sehingga uang dapat dipegang secara nyata. Namun, ada juga investor yang menganggap pendapatan keuntungan sudah terjadi di portofolionya saat harga sudah lebih tinggi dari harga belinya, walau belum di cairkan.

Cara tersebut dikenal dengan istilah capital gain, yang berarti secara harfiah yaitu peningkatan modal atau keuntungan dari posisi dana yang diinvestasikan. Namun, ada cara lain selain dari keuntungan, yang mayoritas investor pemula umumnya belum ketahui.

Pendapatan Dividen

Cara lainnya untuk mendapatkan pendapatan dari saham adalah melalui dividen. Secara singkat, dividen adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham.

Dividen sendiri bervariasi pada masing-masing saham yang juga dapat dilihat dari dua rasio keuangan perusahaan. Dua rasio ini adalah dividen yield dan juga dividen payout ratio yang merupakan rasio keuangan mengenai besarnya dividen yang diberikan perusahaan.

Dividen yield menghitung seberapa besar dividen yang diberikan terhadap harga saham saat ini. Dividen payout ratio, menghitung seberapa besar dividen relatif terhadap keuntungan perusahaan.

Baca juga: Saham Batu Bara Diprediksi Terus Naik, PTBA Mulai Lompat

Semakin besar kedua rasio tersebut semakin besar juga dividen yang diberikan. Namun perlu diingat, jika dividen yang diberikan terlalu besar, ada risiko bahwa perusahaan akan tumbuh dengan lambat akibat keuntungannya tidak digunakan sebagai modal pendorong kembali namun untuk dividen.

Sehingga, dalam memilih saham untuk dividen, investor pemula disarankan untuk memperhatikan faktor tersebut. Hal ini disebabkan perusahaan yang tidak tumbuh juga tidak akan memberikan dividen yang meningkat akibat keuntungannya yang stagnan.

Dividen ini adalah salah satu cara paling umum mayoritas investor untuk mendapatkan pendapatan. Namun, untuk mendapatkan pendapatan yang cukup dari dividen, dibutuhkan modal yang besar akibat kepemilikan saham yang harus cukup besar.

Namun hal tersebut tidak menutupi kemungkinan mayoritas investor bisa hidup dari dividen saja. Hal ini disebabkan telah banyak investor pasif yang membuktikan bahwa hidupnya dapat dipenuhi dari pendapatan dividen.

Sehingga, investor pemula juga dapat mendalami bagaimana cara mendapatkan pendapatan dari dividen dengan mempelajari beberapa rasio keuangan tersebut dan fundamental perusahaan. Namun, pada akhirnya untuk memenuhi kebutuhan hidup, pengelolaan keuangan yang baik juga perlu dilakukan, karena darimanapun pendapatannya, jika tidak dikelola dengan baik, akan berujung hidup yang sulit secara finansial.

Tags: