LQ45 melakukan pergantian pemain dengan mendepak tiga saham lama dan memasukkan tiga saham baru dalam anggotanya. Pergantian ini dapat disebabkan oleh performa dari masing-masing saham tersebut yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam periode sebelumnya.

LQ45 Melakukan Pergantian Anggota

Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja mempublikasikan daftar 45 saham yang merupakan anggota LQ45 untuk periode setelah Juli 2020. Dikabarkan bahwa daftar ini akan resmi berlaku efektif mulai dari 3 Agustus 2020. Daftar Indeks LQ45 yang baru akan diterapkan secara resmi, akan berlaku selama 6 bulan sejak 3 Agustus 2020. Dari daftar tersebut, terdapat tiga anggota baru dan tiga anggota lama yang didepak dari daftar LQ45.

Tiga anggota baru yang masuk ke daftar indeks LQ45 adalah saham dari PT Merdeka Copper Gold Tbk, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk, dan PT Summarecon Agung Tbk. Saham MDKA, MIKA, dan SMRA, dapat masuk ke LQ45 akibat kinerjanya yang cukup bagus dalam periode Januari hingga Juli 2020.

Baca juga: Saham MBAP Terbuka Lebih Tinggi Walau Harga Batu Bara Turun

Tercatat bahwa dalam periode tersebut MDKA telah naik sebesar 70,64% hingga penutupan kemarin. Peningkatan ini mencerminkan kinerja saham yang sangat baik mempertimbangkan sedang adanya pandemi Covid-19.

Dua saham lainnya, yaitu MIKA dan SMRA mengalami penurunan dari Januari hingga Juli 2020, namun penurunannya dapat dikatakan tidak begitu besar. Tercatat bahwa MIKA turun sebesar 12,41% dan SMRA turun sebesar 38% hingga penutupan kemarin. Walau mengalami penurunan, saham ini masuk ke daftar LQ45 akibat potensinya yang dianggap cukup baik.

Saham Keluar

Masuknya tiga anggota baru membuat adanya tiga anggota yang keluar. Tiga saham yang dikabarkan keluar dari daftar LQ45 adalah saham LPPF, BRPT, dan WKST. Setelah beberapa lama berada di daftar indeks LQ45 ketiga saham ini akhirnya didepak akibat kinerjanya yang buruk, sebagian besar akibat Covid-19 pada periode ini.

Tercatat bahwa LPPF turun sebesar 67,84% dari awal Januari 2020 hingga penutupan kemarin. WSKT yang merupakan salah satu saham konstruksi yang dahulu dianggap sebagai salah satu unggulan, sudah turun sebesar 55,48% hingga penutupan kemarin. Satu saham yang didepak namun tidak mengalami penurunan besar adalah BRPT yaitu sebesar 25,26% hingga penutupan kemarin.

Belum ada pernyataan jelas mengenai alasan pergantian saham LQ45 ini dari pihak BEI. Kemungkinan besar analisis akan diberikan setelah indeks LQ45 yang baru, resmi dipublikasi pada 3 Agustus 2020. Daftar indeks ini nantinya dapat di akses pada situs BEI yaitu idx.co.id.

Tags: