Lazarus kembali meretas rekening-rekening pengguna mata uang kripto. Saat ini, peretasan digunakan melalui wadah LinkedIn.

Lazarus Kembali Meretas

Diantara korban-korban yang jatuh ke tangan Lazarus, organisasi peretas yang berasal dari Korea Utara, F-Secure menjadi korban terbarunya. F-Secure merupakan organisasi mata uang kripto yang dikabarkan menjadi 1 dari 14 usaha di Amerika dan Inggris yang diserang oleh Lazarus. Satu hal yang unik dalam penyerangan yang dilakukan oleh Lazarus adalah penggunaan wadah LinkedIn sebagai jalan utamanya.

Dikabarkan bahwa peretasan ini dilakukan oleh proses phising yang merupakan penipuan melalui pencurian dokumen penting. Pengamatan kondisi keamanan digital, menyatakan bahwa Lazarus kemungkinan masih akan meneruskan penipuan ini akibat apresiasi kripto dalam beberapa pekan terakhir.

Salah satu pihak dari pengamat tersebut menyatakan bahwa melihat dari kasus F-Secure, Lazarus masih akan menyerang perusahaan di bidang kripto. Namun, kemungkinan Lazarus juga akan memperluas targetnya untuk memperpanjang runtutan penipuan ini.

Baca juga: Kemarin Bitcoin Turun! Kapan Bisa Kembali ke $12.000?

Lazarus sendiri kemungkinan berdiri pada 2007 akibat adanya sanksi terhadap Korea Utara dari Amerika dan beberapa negara lainnya. Sejauh ini organisasi peretas tersebut telah bertanggung jawab atas kejadian penyerangan WannaCry, pencurian dana Bank di Bangladesh sekitar $80 Juta, dan pencurian bitcoin dua tahun yang lalu dari Hao Bao.

Menanggulangi Masalah Peretasan

Paul Rockwell, kepala dari bagian keamanan LinkedIn, menyatakan bahwa pihaknya sedang menangani ancaman besar ini. Beliau juga berjanji bahwa keamanan akan ditingkatkan sehingga kedepannya tidak akan terjadi hal yang sama.

Pihak LinkedIn akan terus memantau kegiatan yang terjadi di wadah tersebut yang kemungkinan memberi ancaman. Selain itu, dinyatakan juga bahwa semua akan dilakukan dengan cepat dan sigap tanpa adanya penundaan. Kemudian LinkedIn juga akan terus berusaha menghapus akun palsu untuk penipuan dengan kerja sama dari pihak pemerintah.

LinkedIn berjanji untuk terus menggunakan teknologi automasi yang digabungkan dengan tim yang sigap dan memiliki kemampuan tinggi untuk mencegah kerusakan di wadahnya. Semua yang dilakukan akan tetap berlandaskan pada kesepakatan dan aturan di awal pembuatan akun. Sehingga, akan dijamin kedepannya LinkedIn akan terus meningkatkan keamanan untuk menjaga penggunanya.

Dilansir dari Live Bitcoin News