Laba cabang luar negeri Bank BNI dikabarkan mengalami apresiasi sekitar 85,5% hingga kuartal ketiga Tahun 2020. Apresiasi ini telah membawa peningkatan yang positif pada kinerja perusahaan setelah sebelumnya mengalami penurunan.

Laba Cabang Luar Negeri BBNI Naik

Kinerja bisnis internasional bank negara mengalami pertumbuhan cukup positif hingga kuartal ketiga Tahun 2020. Meskipun pandemi Covid-19 tengah menekan perekonomian global, pertumbuhan tetap terjadi dan tidak lepas dari strategi yang dilakukan bank untuk memacu kredit dan pendapatan komisi.

Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebagai salah satu bank negara mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan. Laba sebelum pajak dikabarkan meningkat 85,5% secara tahunan menjadi Rp 1,58 triliun.

Total aset KCLN kini mencapai Rp 80,2 triliun atau tumbuh 7,9% secara tahunan. Selain itu, pendanaan yang dihimpun KCLN BNI mencapai Rp 64,7 triliun atau naik 5,5% secara tahunan.

Dikabarkan bahwa kredit di KCLN BNI melesat naik hampir 20% secara tahunan. Portofolio terbesar kredit KCLN BNI ada di sektor manufaktur, transportasi, pergudangan dan komunikasi, serta perdagangan, restoran, dan hotel.

Penyebab Apresiasi Laba

Direktur Treasury and International BNI, Henry Panjaitan, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba tersebut tidak hanya ditopang oleh pendapatan bunga bersih. Pendapat tersebut juga berasal dari peningkatan pendapatan berbasis biaya dan komisi atau Fee Based Income (FBI).

Pergerakan suku bunga yang rendah di dunia telah mendorong pendapatan non-bunga untuk tumbuh lebih dari 50%. FBI atau pendapatan berbasis komisi juga mengalami pertumbuhan lebih dari 70% secara tahunan.

Baca juga: BRPT Berpotensi Mengalami Koreksi, Kesempatan untuk Beli

Di sisi lain, dana murah dari program Global CD di KCLN New York dan dukungan dana bank-bank koresponden telah mendorong peningkatan NIM KCLN dalam tiga tahun terakhir. Hingga akhir tahun 2020, BNI memperkirakan laba dari KCLN akan tumbuh sekitar 80% secara tahunan.

Untuk mencapai pertumbuhan itu, Henry menyatakan bahwa pihaknya terus mempertajam fokus pada pembiayaan kepada perusahaan Indonesia Related. Perusahaan terkait Indonesia tersebut akan dikhususkan kepada value chain dari group usaha perusahaan debitur di Indonesia dimana BNI dapat memonitor kondisi bisnisnya.

Dilansir dari Kontan.co.id

Tags: