Joe Biden baru saja menyampaikan pidatonya mengenai rencana pemerintah ke depannya, pada 31 Maret 2021 pukul 19.15. Dalam pidato tersebut, ia menjelaskan rencananya mengenai anggaran infrstruktur yang ingin dicairkan dalam beberapa waktu ke depan.

Joe Biden Mengumumkan Rencana Infrastruktur

Joe Biden menguraikan rencana infrastrukturnya dalam pidato di Pittsburgh, Pennsylvania. Presiden menggambarkan proposalnya sebagai “investasi langka di Amerika”.

“Anggaran Itu besar? Benar. Anggaran itu berani? Benar. Kami yakin kami bisa menyelesaikannya.” menurut Joe Biden. Rencana tersebut memperlihatkan pengeluaran lebih dari $2 Triliun untuk meningkatkan infrastruktur negara.

Menurut pemerintah, Biden akan menciptakan lapangan kerja dan membantu memerangi perubahan iklim.

Biden akan mengadakan rapat kabinet penuh pertamanya besok, sebagai bagian dari promosi infrastrukturnya. Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa presiden akan “membahas peran anggota kabinet dalam mengadvokasi Rencana Pekerjaan Amerika”.

Rencana ini mendapatkan tanggapan positif untuk pasar aset berisiko, akibat prediksi bahwa dengan anggaran ini, Dolar Amerika akan melemah. Hal tersebut masuk akal akibat dengan bertambahnya jumlah yang signifikan ini, Dolar Amerika diprediksi akan melemah dalam jangka panjang.

Dolar Amerika Diprediksi Melemah

Hasilnya, setelah kabar tersebut, beberapa aset berisiko mengalami apresiasi yang cukup signifikan. Nampaknya pasar keuangan langsung merespon keadaan ini dengan melakukan diversifikasi dalam kekayaannya.

Harga Bitcoin kembali naik ke daerah $59.000 bersama beberapa aset berisiko seperti saham yang mulai bergerak naik kembali. Ke depannya, dengan sudah adanya dana stimulus sebesar $1,9 Triliun, dana infrastruktur sebesar $2 Triliun ini akan menambah jumlah uang beredar.

Baca juga: Angka Produksi Jepang Turun, USDJPY Naik Sejak Januari 2021

Dengan meningkatnya jumlah uang beredar ini, diharapkan bahwa sektor riil terutama sektor infrastruktur akan mengalami apresiasi. Namun, saat ini terdapat keadaan yang kurang normal, dimana harga sektor properti mengalami apresiasi.

Tapi dengan adanya dana stimulus ini, diharapkan bahwa perekonomian akan berhasil mencapai target pertumbuhan. Selain itu target inflasi pada 2% kemungkinan juga akan dicapai lebih cepat dengan tingginya suntikan dana oleh pemerintah.

Kemungkinan hambatan utama saat ini hanyalah apresiasi dalam imbal hasil surat utang negara yang membuat adanya kemungkinan fenomena taper tantrum. Realitanya saat ini belum terdapat kekhawatiran seperti saat itu, sehingga aset berisiko masih relatif aman.

Tags: