Produksi pabrik Jepang turun pada Februari karena gempa bumi dan kekurangan semikonduktor menyebabkan penurunan produksi mobil dan mesin listrik. Kondisi ini menambah kekhawatiran ekonomi yang berjuang untuk pulih dari pandemi virus corona.

Angka Produksi Jepang Mengalami Penurunan

Ekonomi terbesar ketiga di dunia diperkirakan akan mengalami kontraksi saat ini karena pembatasan yang diberlakukan mulai awal Januari untuk Tokyo.

Data resmi yang dirilis menunjukkan produksi pabrik menyusut 2,1% dari bulan sebelumnya pada bulan Februari. Penurunan turun akibat produksi mobil, mesin listrik dan peralatan informasi serta komunikasi.

Penurunan terjadi akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter di lepas pantai timur Jepang pada 13 Februari. Output turun lebih buruk dari penurunan 1,2% yang diharapkan oleh ekonom, mengikuti kenaikan 4,3% bulan sebelumnya.

Baca juga: Penjualan Ritel Jepang Menurun, Diprediksi Terus Kontraksi

Produsen yang disurvei oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) memperkirakan output turun 1,9% lagi di bulan Maret. Namun penurunan diprediksi diikuti oleh pemulihan 9,3% di Bulan April.

Beberapa analis khawatir bahwa pemulihan ekonomi Jepang akan terseret oleh pengeluaran yang lemah di dalam negeri. Lalu, pemulihan permintaan masih lebih lambat dari yang diantisipasi di luar negeri walau ekonomi perlahan dibuka kembali.

Tidak banyak yang dapat dilakukan pemerintah dalam hal dukungan kebijakan jika produksi pabrikan tetap tertahan oleh kekurangan bahan baku.

Nilai Yen Jepang Menurun

Akibat adanya sentimen negatif ini, Yen Jepang nampaknya masih terlihat bergerak secara negatif, terutama terhadap Dolar Amerika. Dapat dilihat bahwa pergerakannya masih terus turun terhadap Dolar Amerika akibat USDJPY yang naik secara signifikan, sejak Januari 2021.

Pergerakan Harian USDJPY

Saat ini USDJPY sedang bergerak untuk menyentuh batas atas pada 111,280 Yen untuk 1 Dolar Amerika. Jika terus ditembus, ada kemungkinan pergerakan nilai mata uang tersebut akan sama pada nilai tukar sebelum pandemi.

Indikator RSI menunjukkan bahwa pergerakan sudah menandakan kondisi jenuh, namun MACD menandakan masih ada potensi untuk naik lebih tinggi. Saat ini MA Cross masih berada di bawah nilai tukar, yang menandakan belum adanya potensi koreksi.

Tetapi, semua dapat berubah dengan pidato yang akan dilaksanakan oleh  Presiden Joe Biden pada malam ini. Hal tersebut disebabkan adanya potensi Joe Biden akan mengumumkan rencana pemerintah di kuartal kedua 2021 dan data pengangguran Amerika.

Tags: