Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pada Selasa (28/9/2021) waktu setempat memperingatkan kongres. Ia berujar, “bencana ekonomi yang hampir pasti” akan datang ke AS hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu ke depan.

Karenanya, ia meminta kongres mengambil langkah-langkah serius untuk menaikkan batas utang sebelum 18 Oktober mendatang. Bila tidak, negara itu akan terancam mengalami default atau gagal bayar, pertama dalam sejarah.

“Kami memperkirakan bahwa Departemen Keuangan kemungkinan akan kehabisan langkah-langkah luar biasa jika Kongres tidak bertindak untuk menaikkan atau menangguhkan batas utang pada 18 Oktober,” kata Yellen dalam surat yang ditujukan kepada Pelosi, seperti dikutip dari CNBC, Selasa (28/9).
Surat tersebut disampaikan Yellen pada hari ini. Ia juga menyebut, anggaran yag dimiliki Departemen Keuangan AS sangat terbatas dan akan habis dengan cepat. Yellen memperingatkan dalam pernyataan terpisah kepada anggota parlemen bahwa kegagalan untuk menangguhkan atau menaikkan batas utang akan menyebabkan gagal bayar AS pertama kalinya. Ini akan memiliki konsekuensi parah bagi ekonomi AS.
“Sangat penting bahwa Kongres dengan cepat mengatasi masalah batas utang. Jika tidak, Amerika akan default untuk pertama kalinya dalam sejarah,” katanya dalam sambutannya kepada Komite Perbankan Senat.
Kepercayaan investor terhadap surat berharga dan pinjaman dari kreditor AS akan terganggu. Amerika bahkan dapat menghadapi krisis keuangan dan resesi ekonomi. Karena AS tidak pernah gagal membayar utangnya sebelumnya, para ekonom harus mengandalkan prakiraan dan tebakan ketika mencoba memperkirakan kejatuhan ekonomi yang akan ditimbulkan oleh gagal bayar ini.
Namun, sebagian besar ekonom mengatakan default seperti itu akan membawa bencana keuangan yang dapat memicu aksi jual pasar yang luas dan penurunan ekonomi di tengah lonjakan suku bunga. “Anda akan mengharapkan untuk melihat lonjakan suku bunga jika plafon utang tidak dinaikkan.
Saya pikir akan ada krisis keuangan dan bencana. Benar sekali, memang benar pembayaran bunga utang pemerintah akan meningkat,” kata Janet Yellen pada Selasa (28/9). Surat Yellen kepada Pelosi, D-Calif adalah yang terbaru dalam serangkaian komunikasi antara Menteri Keuangan dan kepemimpinan kongres ketika AS hampir kehilangan kemampuan membayar pemegang utangnya. Namun, juru bicara ketua DPRb belum memberikan tanggapan.

Berdasarkan data dari Statista, per Agustus lalu, nilai utang AS sebenarnya mencapai US$ 28,427 triliun. Ini nyaris sama dengan bulan sebelumnya, tetapi turun cukup jauh dari bulan Juni US$ 28,529 triliun.

Namun, US Debt Clock, yang melihat posisi real time utang AS saat ini mencapai US$ 28,781 triliun atau Rp 40.129 triliun. Jika dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB), utang tersebut sebesar 125% dari PDB Negeri Adidaya.

Saat ini batas utang AS mentok di US$ 28,4 triliun. Sebelumnya isu kenaikan plafon utang menjadi masalah di era Presiden AS ke-45, Donald Trump, di mana pemerintahan shutdown selama 35 hari pada periode Desember 2018 hingga Januari 2019.

Baca juga: Senator Elizabeth Warren Kembali Peringatkan Risiko Perlindungan Mata Uang Kripto

Tags: