Inggris keliru memasukkan alamat bank sentral Rusia pada Selasa (22/02). Alamat bank sentral Rusia secara keliru dicantumkan ke bank swasta yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Bank swasta tersebut menjadi sasaran sanksi yang diumumkan oleh Perdana Menteri Boris Johnson.

Johnson menjatuhkan sanksi pada lima bank swasta termasuk Bank Rossiya, yang menurut pemerintah dimiliki secara pribadi oleh para miliuner elit Rusia yang memiliki hubungan langsung dengan Putin. Namun ia membebaskan bank-bank negara terbesar Rusia untuk saat ini.

Pemerintah Inggris secara keliru mencantumkan alamat Bank Rossiya sebagai “Neglinnaya, 12, Moscow, 107016, Russia” yang merupakan alamat bank sentral Rusia. 

Bank Rossiya swasta berbasis di kota St Petersburg, Rusia utara. Jalan Neglinnaya di Moskow telah menjadi rumah bagi kantor bank sentral Rusia atau Soviet selama setidaknya satu abad.

Kantor luar negeri Inggris kemudian mengeluarkan pembaruan. Mereka membuat “koreksi administratif terhadap dua daftar di bawah rezim sanksi Rusia” yang memberikan alamat bank yang benar.

Bank sentral Rusia di Moskow tidak menjawab permintaan Reuters untuk memberikan komentar. Tetapi sumber yang dekat dengan bank mengatakan pemahaman mereka adalah bahwa itu adalah kesalahan dan tidak berdampak pada operasi bank.

Baca juga: Rusia Tarik Mundur Pasukan, Harga Bitcoin (BTC) Naik

Selain itu, Dolar AS melemah sedikit terhadap mata uang utama pada Selasa (22/02) di tengah perkembangan di Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui dua wilayah yang memisahkan diri di negara itu dan memerintahkan pasukan ke daerah tersebut.

Kremlin mengatakan pihaknya tetap terbuka untuk diplomasi dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain karena menghadapi tindakan dari banyak negara. Inggris menerbitkan daftar sanksi dan Jerman membekukan proyek pipa gas Laut Baltik Nord Stream 2, yang akan secara signifikan meningkatkan aliran gas Rusia.

Dolar agak melemah karena Presiden AS Joe Biden mengumumkan gelombang pertama sanksi terhadap Rusia sambil mengatakan dia berharap diplomasi masih tersedia.

Euro naik versus greenback setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 14 Februari. Sebagian didukung oleh harapan untuk pembicaraan dan data ekonomi yang menunjukkan moral bisnis di Jerman meningkat pada Februari di semua sektor ke level tertinggi sejak Agustus.

 

Sumber

Baca juga: JP Morgan Memasukkan Emiten Indonesia Ke Daftar Saham Pilihan

Tags: