Inflasi Inggris diprediksi akan terus stabil bersama dengan mulai pulihnya perekonomian dunia dari Covid-19. Hal ini disebabkan oleh adanya harapan baru dari vaksin Pfizer yang dikatakan memiliki efektivitas sekitar 90% melawan Covid-19 dan juga kondisi politik global yang mulai stabil.

Inflasi Inggris Diprediksi Stabil

Dengan banyaknya hal yang terjadi di Inggris, ternyata mayoritas pasar masih melihat bahwa inflasi Inggris masih akan terlihat stabil. Stabilitas ini akan dilihat dari data Bulan Oktober yang akan dipublikasi besok, 18 November 2020, pada pukul 14.00 WIB.

Saat ini, Inggris masih menghadapi permasalahan dengan kasus Covid-19 yang juga terlihat masih bergerak naik bersama tetangganya yaitu Uni Eropa. Tetapi, walaupun begitu, angka terakhir pada 16 November 2020, menunjukkan bahwa data sudah mulai menurun dari pekan lalu.

Penurunan ini memunculkan harapan bahwa masih ada kemungkinan untuk kasus Covid-19 mulai mereda lagi seperti pada Bulan Agustus. Tetapi, saat ini dengan masih meningkatnya kasus Covid-19, perekonomian Inggris terlihat masih mengalami apresiasi dan tidak terlihat memedulikan Covid-19.

Hal ini terlihat dari angka inflasi yang nampaknya mulai meningkat sejak September 2020 dan masih stabil pada 0,4%. Sehingga, ada pertanda bahwa uang masih terus beredar dan perekonomian masih terus bergerak.

Baca juga: Rupiah Diprediksi Menguat Setelah Terkoreksi Akibat Sentimen Neraca Dagang

Tetapi, pada Bulan Oktober, diprediksi akan terjadi penurunan mencapai -0,1% yang kemungkinan muncul akibat adanya kasus Covid-19 serta Brexit yang masih belum jelas. Tetapi, secara tahunan, Inflasi Inti diprediksi akan tetap pada 1,3% dan Inflasi tahunan naik pada 0,6%.

Sehingga, dengan adanya data ini, kemungkinan sentimen terhadap Pound Sterling (GBP) masih akan baik dan nilainya akan terus terdorong. Namun, terdapat beberapa rintangan untuk GBP mengingat stabilitas politik yang masih volatil.

Sentimen Dapat Dikalahkan Brexit

Diskusi Brexit yang belum mendapatkan kesepakatan dan kesimpulan nampaknya dapat menjadi penghalang untuk apresiasi GBP ke depannya. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian dari keberlanjutan diskusi Brexit dengan Perdana Menteri Boris Johnson yang sedang isolasi mandiri.

Oleh karena itu, dengan tenggat waktu yang kemudian akan terus diundur, ketidakpastian terhadap perekonomian Inggris menjadi lebih besar. Sehingga, sentimen positif dari naiknya inflasi kemungkinan akan dikalahkan oleh sentimen Brexit.

Saat ini, pergerakan Pound Sterling masih terlihat naik terhadap beberapa mata uang utama di dunia. Namun, apresiasi ini belum terlihat mengalahkan depresiasinya yang terjadi pada September 2020.

Sehingga, untuk saat ini kemungkinan pergerakan Pound Sterling masih akan volatil dan cenderung konsolidasi. Mengingat Brexit yang masih di ambang ketidakpastian, data inflasi hari ini masih hanya akan menjadi pendorong dalam jangka pendek dan kemungkinan tidak mendorong dalam jangka panjang.

Tags: