Dikabarkan bahwa kemarin, lelang terhadap surat utang negara Amerika dengan waktu kedaluwarsa 10 tahun telah dilakukan. Terdapat apresiasi dalam valuasi surat utang tersebut yang menimbulkan kekhawatiran kembali bersama data dana bank sentral.

Surat Utang Negara Amerika Naik Lagi

Walau permintaannya masih tetap pada 2,4 untuk menutup imbal hasil yang tinggi, imbal hasil yang ditawarkan terlihat naik dari 1,52 ke 1,68. Suku bunga imbal hasil tersebut terlihat naik bersama dengan kebijakan ekspansif yang terus berlanjut.

Hal tersebut dapat menandakan kepercayaan investor terhadap perekonomian Amerika yang akan menerima suntikan dana besar. Saat ini Joe Biden, Presiden Amerika, memiliki sekitar $3,9 Triliun yang akan disebarkan dalam dana stimulus dan anggaran infrastruktur.

Sehingga kemungkinan besar mayoritas investor percaya bahwa Amerika akan mulai pulih. Namun hal tersebut juga mengkhawatirkan akibat adanya potensi inflasi dalam waktu yang cepat.

Baca juga: Kanada Publikasi Laporan Ekosistem Bisnis, Perekonomian Membaik?

Sehingga saat ini sentimen pasar masih terlihat tercampur antara dua pihak yang memprediksi perekonomian Amerika naik dan turun. Tapi kondisi surat utang ini dapat menekan kembali pasar keuangan.

Hal tersebut disebabkan korelasi negatif antara aset berisiko dan surat utang negara yang dianggap aset pengaman. Salah satu cara untuk menyelesaikan apresiasi dari imbal hasil ini adalah pembelian kembali oleh bank sentral.

Bank Sentral Kehabisan Dana?

Saat ini nampaknya kebijakan pembelian kembali tersebut masih belum akan dilakukan akibat beberapa hal. Sehingga kemungkinan kondisi seperti Taper Tantrum sebelumnya dapat terus berlanjut.

Alasan pertama bank sentral belum membeli kembali adalah kekhawatiran inflasi dan belum adanya urgensi akibat dana Joe Biden. Jika pembelian kembali dilakukan, maka dana yang beredar di perekonomian akan naik, menambah dana dari Biden.

Alasan kedua adalah kemungkinan kekurangan dalam dana akibat adanya laporan terbaru mengenai dana keseimbangan bank sentral. The Fed dikabarkan sedang berada dalam defisit sebesar $659,6 Miliar akibat dana ekspansif yang telah dikeluarkan.

Sehingga nampaknya melihat urgensi yang masih belum tinggi, dan dana yang sudah mulai defisit dalam skala besar, pembelian kembali belum akan terlihat. Oleh karena itu, saat ini nampaknya kondisi pasar keuangan masih akan terlihat volatil.

Tags: