IHSG hari ini dibuka menguat di 6.570,55 pada perdagangan awal pekan, Senin (27/12/2021). Satu menit setelah pembukaan, IHSG langsung bergerak naik di atas level penutupan kemarin sebesar 18,52 poin atau 0,28%, di level 6.581,42.

Terdapat 216 saham menguat, 85 saham melemah, dan 216 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp153,96 miliar dari 508,29 juta lembar saham yang diperdagangkan.

Menyusul IHSG, indeks LQ45 naik 0,27% ke 933,48. Indeks JII menguat 0,35% ke 562,86. Indeks IDX30 menanjak 0,26% ke 498,93, dan indeks MNC36 tumbuh 0,20% ke 314,21. Investor asing terpantau melakukan penjualan bersih secara akumulatif sebesar Rp4,88 miliar di awal pembukaan.

Sejumlah net-sell asing antara lain PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) Rp1,5 miliar. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Rp694,1 juta dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp552,8 juta. Sementara transaksi net-buy asing seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp845,5 juta. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp380,7 juta dan PT Avia Avian Tbk (AVIA) Rp243,1 juta.

Saham-saham yang masuk top gainers yaitu PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) naik 6,87% di Rp280. PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) melesat 6,67% di Rp224. Serta PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) menanjak 6,48% di Rp115.

Baca juga: Grimes Berhasil Kumpulkan $5,8 Juta dalam 20 Menit Akibat NFT

Sedangkan saham-saham yang termasuk top losers antara lain saham PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) melemah -6,13% di Rp199. PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) turun -5,66% di Rp50. Dan PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) anjlok -4,62% di Rp62.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya mengatakan, pekan terakhir di penghujung tahun 2021 pergerakan IHSG masih berada dalam rentang konsolidasi wajar.

“Namun jika IHSG mampu menembus resistance level terdekat maka kenaikan jangka pendek masih akan berlanjut hingga beberapa waktu mendatang,” ujar William dalam risetnya. William menambahkan, jika terjadi koreksi wajar hal tersebut tentunya masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan harapan capital gain hingga tahun mendatang.

 

Sumber

Baca juga: Mengenal Apa itu January Effect dalam Pasar Saham