Hubungan Cina-Australia dikabarkan memanas akibat adanya penuntutan Australia kepada Cina untuk menanggapi virus lebih serius. Cina membalas dengan ancaman kepada perekonomian Australia yang dapat menyebabkan pergerakan perubahan pada Dolar Australia (AUD)

Hubungan Cina-Australia

Cina merupakan negara mitra perdagangan terbesar Australia, yang dimana barang yang di ekspor kepada Cina adalah besi mentah, batu bara, dan gas alam. Selain itu, di sektor jasa, Australia mengandalkan pariwisatanya dalam pendapatan negara terhadap masyarakat Cina yang sering berkunjung ke Australia. Sehingga, ketergantungan Australia terhadap Cina dapat dikatakan cukup signifikan

Akhir-akhir ini, hubungan ini sedang diterpa oleh beberapa permasalahan terkait dengan adanya Covid-19. Akibat adanya virus yang menyebar ini, Australia menuntut Cina, untuk melakukan penanganan dan investigasi lebih dalam lagi terhadap virus ini. Australia, melalui Canberra juga menuntut untuk melakukan investigasi independen ke Cina terhadap virus ini.

Selain itu, tensi ini ditambah dengan banyaknya larangan baru dari pemerintah Australia untuk tidak bepergian ke Hong Kong. Ditambah lagi dengan banyaknya pemulangan masyarakat Hong Kong yang ada di Australia akibat kekhawatiran virus, membuat hubungan semakin memanas.

Mendengar tuntutan ini, Cina keberatan, akibat ada kemungkinan menimbulkan kekhawatiran baru dari sesuatu yang sedang ditangani. Cina mengancam kembali kepada Australia akibat banyaknya tuntutan ini dengan rencana memotong impor besi mentah dari Australia.

Pemotongan ini diberikan landasan bahwa Cina ingin mendiversifikasikan impornya, walau sebenarnya hanyalah sebuah ancaman. Jika benar terjadi pemotongan, Australia akan sangat terdampak akibat Cina yang berperan sebagai mitra terbesar Australia dalam perdagangan besi mentah.

Baca juga: AUDJPY Tampak Menguat Bersama Positifnya Perekonomian Australia

Dampak Terhadap Dolar Australia

Dolar Australia (AUD) nampaknya belum akan terdampak dari ketegangan kecil ini akibat dari sifatnya yang masih kuat selama masa ini. Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya faktor eksternal lain, dan juga masih banyaknya kepercayaan terhadap pemulihan perekonomian. Ditambah lagi dengan Yuan yang merupakan mata uang dengan volume perdagangan yang lebih kecil dari AUD yang membuat AUD belum terdampak besar.

Pergerakan AUDJPY (Merah), AUDUSD (Hijau), AUDCHF (Abu-Abu)

Dapat dilihat bahwa AUD masih terlihat kuat terhadap tiga mata uang safe-haven yaitu Yen Jepang (JPY), Swiss Franc (CHF), dan Dolar Amerika (USD). Walau mulai terjadi konsolidasi dari pergerakan ke atas oleh ketiga pasangan mata uang ini, tanda penurunan belum terlihat. Tetapi, konsolidasi ini dapat menjadi pertanda mulai menunggunya investor akibat beberapa kejadian global lainnya terutama ketegangan di Australia itu sendiri. Tapi kedepannya nampaknya masih akan terlihat naik akibat jika di analisis masing-masing, ketiga pasangan tersebut sedang bersentuhan dengan batas atas konsolidasinya.

Tags: