Hasil rapat FOMC telah keluar dengan beberapa pernyataan yang terlihat akan memunculkan volatilitas di pasar. Hal tersebut disebabkan oleh adanya pernyataan yang bertolak belakang mengenai kebijakan moneter dan pertumbuhan ekonomi.

Hasil Rapat FOMC

Rapat FOMC memberikan sebuah pernyataan yang nampaknya akan membuat perekonomian bergerak secara liar. Hal ini disebabkan adanya target pertumbuhan ekonomi dan juga inflasi yang tinggi namun tidak disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Saat ini The Fed telah memutuskan untuk membiarkan pertumbuhan inflasi agar naik di atas target sebelumnya yaitu 2%. Selain itu, bank sentral ini juga menyatakan bahwa belum aka nada kebijakan moneter kontraktif secara langsung hingga data perekonomian nyata dipublikasi dan bukan proyeksi.

Sehingga, saat ini bank sentral akan memperkenankan perekonomian bergerak secara manual akibat tidak adanya intervensi juga terhadap kondisi surat utang. Seluruh rapat dapat disimpulkan bahwa bank sentral belum akan menekan kembali kebijakan moneter.

Baca juga: Data Neraca Dagang Jepang Dipublikasi, Melemah Terhadap Dolar Amerika

Namun, 4 dari 8 anggota menyatakan bahwa suku bunga akan naik di Tahun 2022 dan 1 menyatakan akan naik di Desember 2021. Tapi, hingga saat ini belum terdapat kejelasan secara pasti yang membuat ada kemungkinan untuk tidak terjadi.

Tapi kondisi saat ini sedikit bertolak belakang akibat kondisi keuntungan surat utang negara yang terus naik sehingga menghambat efektivitas kebijakan moneter ekspansif. Jika keuntungan terus naik, kemungkinan nilai Dolar Amerika akan naik dan target inflasi akan sulit tercapai.

Kemungkinan Melemahkan Dolar Amerika

Saat ini bank sentral belum menciptakan kebijakan pembelian kembali surat utang yang beredar. Tapi, nampaknya dalam waktu dekat fokus utama akan tertuju pada target inflasi yang kemungkinan akan melemahkan Dolar Amerika.

Beberapa saat sebelum pengumuman rapat ini, Dolar Amerika melemah secara drastis terhadap beberapa mata uang utama. Namun, halangan saat ini berada pada batas bawah sejak 2014 yang nampaknya belum dapat ditembus untuk melemahkan Dolar Amerika secara berlanjut.

Walaupun begitu, dengan pelemahan ini, kemungkinan besar aset berisiko akan mulai naik seperti saham dan juga crypto. Tapi hambatan utama masih tertuju pada surat utang negara yang akan memperlambat perputaran uang di aset berisiko bersama target PDB pada 6%.

Tags: