Hashrate Ethereum dikabarkan telah naik mencapai kecepatan tertinggi sepanjang masa dan keuntungannya dikabarkan mengalahkan penambangan bitcoin. Naiknya kecepatan ini didorong oleh jaringan Ethereum yang saat ini mencapai penggunaan tertinggi akibat dari volatilitas yang tinggi beberapa pekan terakhir.

Hashrate Ethereum Naik

Menurut data dari Glassnode, Hashrate dari Ethereum telah naik sekitar 250 terahash per detik (TH/s) sejak 6 Oktober 2020, yang menandakan peningkatan 80% sejak Januari. Glassnode melaporkan bahwa peningkatan ini kemungkinan terjadi akibat adanya gelombang baru dalam ketertarikan terhadap proyek-proyek DeFi tahun ini.

Grafik Pertumbuhan Hashrate Ethereum

Sebagai tambahan, data dari F2Pool menunjukkan bahwa saat ini untuk menambang Ethereum memiliki nilai tiga kali lebih menguntungkan dibandingkan bitcoin. F2Pool menghitung keuntungan dengan melihat pemasukan saat ini dan dikurangi dengan biaya energi. Ditemukan bahwa penambang bitcoin Antminer S19 Pro bisa menghasilkan keuntungan sekitar $4.33 dalam keuntungan. Tetapi, GTX TitanV 8 Cards penambang Ethereum bisa menghasilkan $15.56 di saat yang sama.

Angka tersebut menunjukkan bahwa keuntungan Ethereum lebih besar sekitar 259% dibandingkan bitcoin. F2Pool mengamati 6 penambang yang berbeda dan juga memperlihatkan bahwa keuntungan per hari dari penambang Ethereum mencapai $10 dan keuntungan penambang bitcoin per hari hanya mencapai $4.

Menambang Ethereum Lebih Menguntungkan!

Hashrate adalah salah satu kunci untuk menentukan Kesehatan dan keamanan dari jaringan blockchain akibat kegunaannya untuk mengukur kekuatan jaringan. Terakhir kali Ethereum mencapai hashrate setinggi ini adalah pada Bulan Agustus 2018 saat mencapai 246 TH/s.

Tetapi harga Ethereum sendiri turun dari $400 menjadi ke bawah $100 pada Desember 2018. Beberapa data yang memperlihatkan pengukuran kekuatan dari jaringan Ethereum kemungkinan akan mengangkat nilai penambangan Ethereum dibandingkan bitcoin.

Baca juga: Kapitalisasi Pasar Stablecoins Meningkat dalam 3 Bulan Melewati $20 Milyar

Apresiasi pada sektor DeFi yang didorong pertumbuhan stablecoin telah mendorong biaya transaksi blockchain ke harga tertinggi pada kuartal ketiga. Data dari Glassnode menunjukkan bahwa penambang Ethereum menghasilkan biaya transaksi sebesar $166 Juta di Bulan September. Namun, penambang bitcoin hanya menghasilkan sekitar $26 Juta dari biaya transaksi di waktu yang sama.

Namun, pendapatan dari biaya transaksi telah turun dalam beberapa waktu dekat. Cointelegraph melaporkan bahwa rata-rata biaya telah turun sejak naik ke $11.60 di 17 September 2020 ke $2.98 di 1 Oktober 2020. Angka ini memperlihatkan penurunan sekitar 74% dalam waktu kurang lebih dua pekan.

Dilansir dari Cointelegraph