FOMC atau Federal Open Market Committee, yang merupakan bagian dari Bank Sentral Amerika, akan membuat pernyataannya pada Hari Kamis, 17 September 2020. Pernyataan ini kemungkinan besar akan mengkonfirmasi pandangan Amerika mengenai kebijakan ekspansif kedepannya.

FOMC Dikabarkan Akan Membuat Pernyataan

Amerika saat ini sedang berada di ambang ketidakpastian mengenai kebijakan ekspansifnya ke depan. Hal ini disebabkan oleh adanya ketidaksepakatan antara dua pihak dalam Bank Sentral Amerika yang salah satunya adalah FOMC.

FOMC sendiri merupakan komisi pasar terbuka, yang memiliki tanggung jawab untuk menganalisis kondisi perekonomian saat ini, dan memutuskan kebijakan ekspansif yang tepat, terutama dalam operasi pasar terbuka. Saat ini, terjadi ketidaksepakatan antara pihak pemerintah dengan beberapa pihak di Bank Sentral.

Ketidaksepakatan ini muncul akibat adanya pihak yang ingin menahan kebijakan ekspansif, dan adanya pihak yang ingin mendorong terus kebijakan ekspansif demi mengejar target inflasi. FOMC merupakan satu pihak yang sebelumnya tidak sepakat untuk mendorong terus kebijakan ekspansif. Hal ini disebabkan oleh komite ini yang masih memikirkan kondisi Dolar Amerika dan kondisi pasar yang terlihat memiliki kepentingan yang menurun untuk kebijakan ekspansif saat ini.

Oleh karena itu, untuk saat ini, walau pihak pemerintah sudah bersiap untuk menyalurkan kebijakan fiskal ekspansif, Bank Sentral masih terlihat berdebat. Hal ini disebabkan oleh Kepala The Fed yang dalam pidato terakhirnya akan terus mendorong untuk mengejar target inflasi. Namun, FOMC terlihat ingin menahan kebijakan ekspansif moneter. Sehingga pernyataan pada Hari Kamis merupakan saat yang penting.

Dampak dari Pernyataan Hari Kamis

Hari Kamis menjadi hari penentu akibat akan terlihat langkah Bank Sentral Amerika kedepannya. Hal ini disebabkan potensi adanya pernyataan kesepakatan kebijakan ekspansif oleh FOMC. Sehingga, jika kemudian FOMC ternyata akhirnya setuju terhadap kebijakan ekspansif untuk mengejar target inflasi, Dolar Amerika kemungkinan akan terus turun.

Baca juga: GBP Belum Jelas Pergerakannya Akibat Brexit! Bagaimana Kedepannya?

Dolar Amerika saat ini sedang terus tergerus nilainya akibat kebijakan ekspansif yang terus terjadi. Ditambah dengan kondisi perekonomian yang belum membaik nilainya akan terus turun. Dengan dilanjutkannya kebijakan ekspansif untuk mengejar inflasi, kemungkinan nilainya akan terus turun.

Kemungkinan besar, akibat data pencairan dana bantuan yang terakhir dipublikasi, hal ini akan terjadi. Hal ini disebabkan FOMC kemungkinan akan setuju untuk menjalankan kebijakan ekspansif. Oleh karena itu, kemungkinan Bank Sentral akan menyalurkan kebijakan ekspansif moneter berlanjut akan sangat mungkin. Hal ini akan berujung pada Dolar Amerika yang akan terus terdevaluasi, karena saat ini inflasi masih berada jauh dari target yang ingin diraih Bank Sentral. Sehingga, nilainya kemungkinan akan terus tergerus kedepannya.

Tags: