GBP terlihat belum jelas pergerakannya akibat kesepakatan Brexit yang masih terlihat belum jelas sehingga memunculkan kemungkinan tekanan jual. Pound Sterling (GBP) kemungkinan akan terus turun terutama terhadap salah satu mata uang pengaman utama yaitu Yen Jepang.

GBP Belum Jelas

Perbincangan kesepakatan Brexit yang masih berlanjut terlihat kemungkinan memunculkan tekanan jual yang tinggi akibat belum adanya kesepakatan jelas hingga saat ini. Masa transisi Brexit yang akan berakhir pada 31 Desember 2020 nampaknya menjadi pengaruh penting akibat belum adanya kesepakatan hingga saat ini. Kekhawatiran terhadap kondisi ini kemungkinan akan menambah sentimen negatif di pasar terhadap GBP terutama dengan adanya Covid-19.

Produsen otomotif Eropa dan Inggris telah mendorong pemegang kebijakan untuk membuat kesepakatan akibat kemungkinan hilangnya 110 Milyar Euro dari kesepakatan dagang yang masih belum jelas. Jika perjanjian Brexit tidak terjadi, kemungkinan tarif dagang akan menjadi lebih mahal. Sehingga para produsen berniat untuk membebankan tarif tersebut kepada konsumen, yang kemungkinan akan berdampak pada perekonomian secara keseluruhan.

Dalam kondisi normal, tarif ini akan membebankan perekonomian negara akibat dampak dari sektor otomotif yang cukup signifikan. Ditambah lagi dengan adanya pandemi, kesepakatan Brexit yang berpotensi gagal, akan memperburuk situasi saat ini.

Dampak Terhadap GBPJPY

Kesepakatan yang berpotensi gagal ini adalah akibat dari perwakilan pemerintah Inggris yang menekan Uni Eropa untuk merevisi kesepakatan yang sudah ditandatangani. Kesepakatan terakhir berhubungan dengan Protokol Irlandia Utara yang membatasi Irlandia Utara dengan Inggris. Akibat ketegangan ini, kemungkinan Pound akan turun terutama terhadap mata uang pengaman Yen Jepang.

Pergerakan Harian GBPJPY

Setelah bergerak turun melewati pergerakan naik sejak Juni 2020, GBPJPY jatuh sekitar 3% dalam beberapa hari saja dan berhenti di 135.718. Pergerakan yang masih ragu untuk terus turun membuat signifikansi dari titik tersebut yang saat ini berperan sebagai batas bawah pergerakan. Oleh karena itu, langkah kedepannya untuk GBPJPY sangat bergantung pada titik tersebut.

Baca juga: Apa itu Perdagangan Forex atau Valuta Asing ?

Jika ternyata batas bawah tersebut berhasil ditembus, kemungkinan harga akan terus bergerak ke 133.822. Jika batas tersebut berhasil dilalui, kemungkinan kejayaan dari GBP akan terus berakhir karena depresiasi terus menerus. Sebaliknya, jika dari titik 135.718 GBPJPY bergerak naik, kemungkinan target selanjutnya berada pada 138.825.

Dilansir dari Daily FX

 

Tags: