FBI atau Federal Bureau of Investigation, telah mengumumkan bahwa mereka akan memulai investigasi kepada kasus peretasan di Twitter. Kasus peretasan yang akan diselidiki ini adalah kasus terkait peretasan 130 akun yang berujung pada penipuan bitcoin.

FBI Mengambil Alih Kasus

Peretasan akun Twitter beberapa nama besar seperti Barack Obama, Joe Biden, Bill Gates, dan Elon Musk, merupakan beberapa dari kasus peretasan yang berujung pada penipuan bitcoin. Kasus penipuan ini terjadi terakhir pada Hari Rabu pekan lalu. Dalam penipuan ini, para penipu meretas akun nama-nama besar dan menyebarkan pesan untuk mengirim bitcoin agar dapat melipatgandakan bitcoin mereka. Kasus ini berakhir dengan hilangnya bitcoin senilai kurang lebih 121.000 Dolar Amerika.

Akibat cukup besarnya hasil penipuan dari kasus ini, penegak hukum mulai ikut turun tangan dan salah satu yang terlihat akan terlibat adalah FBI. Sejauh ini, FBI belum memberikan penemuan besar dari investigasinya. Namun, mereka menyatakan bahwa proses investigasinya masih berjalan dan masih melakukan Kerjasama dengan Twitter itu sendiri.

Twitter menyatakan bahwa terdapat dugaan peretasan akibat bantuan akses internal melalui beberapa karyawan. Mereka juga mengatakan bahwa dengan adanya akses melalui akun operasional karyawan internal, para peretas menjadi mudah untuk mengambil alih akun-akun nama besar.

Baca juga: Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Bitcoin dan Bitcoin Cash!

Awal Mula Kasus Berantai

Awal mula kasus peretasan berantai ini dimulai dengan peretasan akun dari orang yang tidak terlalu terkenal namun masih memiliki reputasi. Peretasan pertama terjadi terhadap akun salah satu trader kripto bernama Angelo BTC. Pengikutnya hingga saat ini berada di angka yang lebih dari 100.000.

Dengan Angelo BTC sebagai target pertama, ada kemungkinan bahwa peretas berasal dari komunitas kripto dan mungkin memiliki peran yang cukup tinggi. Namun, hingga saat ini, identitas mereka belum diketahui akibat masih berjalannya investigasi.

Akibat dari kasus yang terjadi secara berantai ini, beberapa pihak pemerintah mulai memberikan anjuran. Anjuran ini menyangkut perihal pengiriman uang secara terang-terangan melalui media sosial yang lebih baik dijauhi.

Salah satu pihak yang juga ikut membuat anjuran tersebut adalah Pusat Keamanan Dunia Maya Inggris. Pihak tersebut menyatakan bahwa walau penyerangan berantai ini terjadi terhadap satu platform saja, individu harus berubah dan memberlakukan informasi pribadi dengan lebih hati-hati.

Dilansir dari Live Bitcoin News

Tags: