Dolar AS dan Yen Turun

Dolar AS bergerak melemah pada Rabu (05/01) pagi di Asia. Yen jatuh ke level terendah hampir lima tahun terhadap mata uang AS dan mengalami kerugian pada persilangan lainnya. Investor berspekulasi bahwa Bank of Japan akan tertinggal dari rekan-rekannya dalam pengetatan kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi yang tinggi.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya turun tipis 0,06% menjadi 96,220 pada pukul 10.51 WIB.

Pasangan USD/JPY turun tipis 0,15% ke 115,96. Rupiah terus melemah 0,40% di 14.357,5 per dolar AS hingga pukul 10.56 WIB.

Pasangan AUD/USD turun 0,10% di 0,7231 dan NZD/USD turun 0,11% menjadi 0,6805.

Pasangan USD/CNY stabil di 6,3723 dan GBP/USD turun tipis 0,01% ke 1,3531 pukul 10.53 WIB.

Yen mencapai level terendah lima tahun di 116,35 pada hari Selasa. Serta turun melewati moving average 200 hari ke level terendah dua bulan di 131,45 per euro. Mata uang ini diperdagangkan di sekitar 131,06 per euro di awal sesi dan juga jatuh ke level terendah lebih dari enam tahun terhadap franc Swiss. Serta level terendah tujuh minggu terhadap dolar Australia.

“Jumlah kasus COVID-19 yang sedikit lebih tinggi di AS  dan di China, tampaknya meningkatkan kekhawatiran masalah rantai pasokan dan ketakutan akan inflasi yang lebih tinggi.” Kata ekonom Nomura Andrew Ticehurst kepada Reuters.

Hal ini menyebabkan lonjakan tajam dalam imbal hasil Treasury AS pada hari-hari perdagangan pertama tahun 2022. Di mana gap yang melebar pada imbal hasil Jepang juga merugikan yen.

Baca juga: Prakiraan Teknikal Dolar AS Q1 2022

Sementara itu, Federal Reserve AS akan merilis risalah rapat Desember dini hari nanti. Risalah tersebut akan dicermati untuk mendapatkan petunjuk jadwal kenaikan suku bunga bank sentral.

Investor juga menunggu laporan pekerjaan AS, termasuk ketenagakerjaan nonpertanian pada hari Jumat, untuk mencari petunjuk lanjutan. Namun Fed Funds futures menunjukkan bahwa investor memperkirakan kenaikan suku bunga pada Mei 2022. Analis Standard Chartered memperkirakan kenaikan sebesar 25 basis poin pada bulan Maret dan Juni daripada kenaikan satu kali pada bulan September.

“Meskipun ada reli eksplosif pada pasangan USD/JPY, saya masih tidak bisa bersemangat tentang gagasan USD yang lebih kuat saat ini.” Presiden Spectra Markets Brent Donnelly mengatakan kepada Reuters.

“Pergerakan bunga tentu telah menarik perhatian semua orang, tetapi sulit untuk mengetahui berapa banyak yang harus dibaca pada hari perdagangan pertama tahun ini. Pertanyaan besarnya tetap: Bisakah The Fed menaikkan lebih dari beberapa kali tanpa merusak segalanya?”

Sumber

Baca juga: Menggunakan COT Report dalam Trading Forex

Tags: