Dolar AS bergerak naik pada Selasa (28/12) pagi di Asia. Sementara itu, yen diperdagangkan mendekati level terendah satu bulan terhadap mata uang AS. Hal ini karena ketidakpastian mengenai varian omicron COVID-19 dan minat risiko investor terus meningkat.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya naik tipis 0,01% di 96,097 pukul 10.53 WIB.

Pasangan USD/JPY naik tipis 0,05% ke 114,89. Yen jatuh ke 114,935 melawan dolar untuk pertama kalinya sejak 26 November dan mendekati level terendah tahun ini di 115,525 yang dicapai 24 November.

Data yang dirilis sebelumnya di Jepang juga menunjukkan produksi industri tumbuh lebih baik dari perkiraan sebesar 7,2% bulan ke bulan pada November. Dikatakan juga bahwa rasio pekerjaan/lamaran tercatat 1,15, sedangkan tingkat pengangguran mencapai 2,8%, pada bulan November.

Pasangan AUD/USD naik tipis 0,01% ke 0,7235. Dengan dolar Australia yang lebih berisiko kembali naik menuju level tertinggi tiga minggu yang dicapai pada hari Jumat. Pasangan NZD/USD naik tipis 0,04% di 0,6810, dengan pasar Selandia Baru dan Australia ditutup libur.

Baca juga: Dolar AS Melemah di Asia, Penyebaran Omicron Tingkatkan Kekhawatiran

Pasangan USD/CNY naik tipis 0,02% di 6,3720. Di mana People’s Bank of China menegaskan pada hari Senin bahwa nilai tukar yuan akan lebih fleksibel pada tahun 2022. Juga akan tetap stabil secara keseluruhan pada tingkat yang wajar dan seimbang.

Pasangan GBP/USD turun tipis 0,05% ke 1,3430 pukul 11.14 WIB.

Rupiah turun tipis 0,10% ke 14.239,0 per dolar AS hingga pukul 11.24 WIB.

Saham-saham di AS berada dalam tren naik, setelah S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi pada hari Senin. Mata uang safe haven dolar AS tetap mendekati batas bawah kisaran perdagangan baru-baru ini. Bahkan ketika Federal Reserve AS cenderung berpandangan hawkish pada pertemuan kebijakan terbarunya di awal bulan.

“Pasar secara global optimis” bahwa omicron tidak akan menggagalkan pemulihan ekonomi. Mengurangi permintaan untuk mata uang safe-haven, terutama yen. Ucap Kepala Strategi G10 FX Global Markets Citigroup di Jepang Osamu Takashima kepada Reuters.

Reli ekuitas AS “menyiratkan bahwa selera risiko investor saat ini harusnya sangat, sangat kuat” meskipun ada ekspektasi untuk pengetatan Fed yang lebih cepat, tambahnya, dan ia memprediksi bahwa yen kemungkinan akan menguji level terendah 2021 dalam waktu dekat.

Sumber

Baca juga: Menggunakan COT Report dalam Trading Forex

Tags: