Data inflasi Amerika dikabarkan akan dipublikasi pada malam ini pukul 19.30 WIB yang akan menjadi pertanda pertumbuhan perekonomian. Kemungkinan besar data yang akan dipublikasi menandakan Amerika yang mulai mengalami pemulihan dengan data yang akan naik.

Data Inflasi Amerika Dipublikasi

Dikabarkan bahwa malam ini data inflasi Amerika akan dipublikasi pada pukul 19.30 WIB yang berisi data inflasi inti dan tingkat inflasi. Kemungkinan besar data tersebut akan menjadi tanda awal dari pemulihan perekonomian Amerika. Hal ini disebabkan oleh Amerika yang diprediksi memperlihatkan kenaikan angka dalam publikasi data.

Publikasi data terakhir inflasi Amerika memperlihatkan bahwa data tingkat inflasi tahunan tumbuh sekitar 1,3% secara tahunan pada Bulan September. Selain itu, data inflasi inti pada Bulan September juga memperlihatkan bahwa secara tahun angka tumbuh sekitar 1,7%. Untuk publikasi hari ini, diperkirakan bahwa pada Bulan Oktober, inflasi akan naik sekitar 1,4% untuk tingkat inflasi tahunan. Kemudian, untuk inflasi inti tahunan di Bulan Oktober, angka akan naik menjadi 1,8% secara tahunan.

Publikasi data hari ini jika benar terjadi maka akan memperlihatkan apresiasi sekitar 1% pada inflasi secara umum. Angka ini merupakan angka yang positif mengingat kondisi perekonomian umum yang sedang mengalami deflasi akibat Covid-19. Selain itu, meningkatnya angka inflasi ini adalah hal yang positif mengingat target dari Bank Sentral Amerika terhadap inflasi untuk tahun 2020. Target ini berada pada 2% yang merupakan tujuan utama dalam kerangka kebijakan moneter Amerika.

Kemungkinan Terhambat

Target 2% tersebut adalah target yang ingin diraih untuk mendorong perekonomian, agar kemudian dapat kembali menjadi normal. Namun, nampaknya target ini akan mulai terhambat akibat adanya perbedaan pendapat antara beberapa pihak pemerintah dengan Bank Sentral Amerika. Perbedaan ini terdapat pada kebijakan ekspansif yang nampaknya tidak disetujui oleh seluruh pihak. Sehingga, target inflasi tersebut kemungkinan akan terhambat untuk tercapai.

Ketidaksepakatan ini datang dari Presiden Amerika, Donald Trump, yang memberikan pandangan bahwa dana stimulus tidak perlu dilanjutkan. Pandangan ini membuat perpecahan di pihak pemerintah akibat sekretaris keuangan yang masih merasa dana ini sebagai kebutuhan. Dana ini dianggap sebagai kebutuhan karena dapat mendorong kembali perekonomian yang mendorong jumlah uang beredar, sehingga inflasi dapat naik.

Baca juga: Dolar Australia Diprediksi Menguat Terhadap Dolar Amerika Akibat Siklus

Namun, Presiden Trump nampaknya tidak setuju, namun kabar baiknya, perbincangan mengenai dana stimulus ini masih akan berlanjut. Hari Senin kemarin, sekretaris keuangan dan juru bicara presiden telah memulai negosiasi awal kembali mengenai dana stimulus. Sehingga masih ada harapan untuk dana stimulus terjadi. Namun, pandangan tersebut masih dapat terhalang oleh pandangan presiden yang ingin menjaga nilai Dolar Amerika. Sehingga nasib perekonomian Amerika kedepannya masih belum menentu.

Tags: