Dalang Penipuan Inksnation, Omotade Sparks Amos Sewanu, dikabarkan masuk daftar pencarian oleh Lembaga Economic and Financial Crime Commision (EFFC) Nigeria. EFFC ingin Sewanu untuk merespon terhadap tuduhan penipuan yang ditujukan kepada Koin Inksnation, Pinkoin.

Dalang Penipuan Inksnation Dicari

Penipuan Inksnation, yang baru saja mulai sebelum pandemi, telah berhasil menipu banyak orang di Nigeria dengan janji pendapatannya. Korban diminta untuk memilih 5 jenis paket investasi dengan janji pendapatan per bulan yang berbeda, masing-masing sangat menggiurkan.

Namun, menurut informasi dari Inksnation, semua pembayaran pendapatan akan dibayar melalui koin kripto, Pinkoin. Yang menjadi pertanyaan dan kekhawatiran adalah Pinkoin sendiri tidak terdaftar di wadah perdagangan manapun di Nigeria.

Walaupun begitu, dalang dibalik Inksnation masih tetap terus mempublikasi testimoni di media sosial mengenai investor Pinkoin yang mendapatkan pendapatan. Namun cara ini sangat mencurigkan dan mengarah ke skema ponzi akibat banyaknya penipu yang hanya mengandalkan testimoni.

Tetapi, EFCC sudah merespon dengan memberikan tuntutan kepada dalang dibalik Insknation terhadap penipuan yang terjadi sebesar $84,200. Menurut publikasi resmi, Sewanu menerima uang tersebut setelah “menerbitkan” Pinkoin secara pribadi.

Dengan menuntut Sewanu, EFCC nampaknya akan terus menekan tim Inksnation bersama dengan NSEC, yaitu badan pengawas investasi di Nigeria. NSEC juga menyatakan bahwa Inksnation bergerak tanpa izin resmi bersama dengan Asosiasi blockchain di Nigeria bernama SIBAN yang menyatakan Insknation sebagai penipuan.

Namun, peringatan dari badan-badan resmi tersebut tidak menghambat Inksnation untuk terus menarik dana dari skemanya. Tetapi, EFCC tetap menekankan kepada Inksnation, bahwa mereka dan terutama Sewanu dapat menghadapi hukuman yang sangat berat.

Pengubahan Sistem Awal Kehancuran

Yang menarik adalah, setelah adanya peringatan resmi dari EFCC, situs resmi Inksnation mengalami kerusakan, dan mereka memberitahukan para investornya untuk tetap tenang. Mereka membuat publikasi resmi di Twitter untuk berusaha membuat investornya tidak mengkhawatirkan apa yang terjadi.

Selain itu, Sewanu sendiri tidak tergempar oleh publikasi EFCC dan masih terus terlihat mengundang orang banyak untuk mendaftar dan investasi. Perlu diketahui bahwa umumnya dalam sekma ponzi, kabar kerusakan terhadap situs resmi adalah awal dari kerusakan sistem ponzi tersebut.

Baca juga: Setelah Menembus Batas Atas, Bitcoin Diprediksi Naik ke $17,000

Hal ini terlihat juga dari kejadian sebelumnya seperti skema ponzi di Spanyol yang membekukan rekening investor dengan alasan kerusakan situs. Hal ini berujung pada mayoritas investor kehilangan uangnya dan menyadarkan bahwa penipuan sedang terjadi.

Penipuan kecil lainnya juga menjadikan pengubahan sistem dan kerusakan situs resmi sebagai cara untuk menenangkan investor agar tidak menarik uangnya sebelum mereka kabur. Sehingga umumnya jika terjadi kerusakan atau pengubahan sistem, para penggerak sistem sedang berusaha membawa kabur uang.

Dilansir dari news.bitcoin.com