China secara resmi melakukan uji coba yuan digital setelah melarang aktivitas kripto,Dalam keterangannya. Nilai transaksi yang mampu dihasilkan dari mata uang digital ini mencapai USD 5,3 miliar atau sekitar Rp 76,92 triliun (asumsi kurs Rp 14.514 per dolar AS).

Angka tersebut mampu melampaui rekan-rekan global yang tengah mengembangkan mata uang virtual, dilansir dari Bloomberg, Sabtu (17/7/2021). Di seluruh China, lebih dari 20,8 juta orang telah membuka dompet virtual dan menyimpan mata uang digital. Selain itu, terdapat 70,7 juta transaksi secara total menurut laporan People’s Bank of China.

Dorongan China untuk mengembangkan yuan digital telah mempercepat langkah secara global, mendorong lebih banyak bank sentral untuk melihat pengembangan mata uang virtual.

Pada saat yang sama, kekhawatiran mata uang digital China dapat menantang status dolar AS sebagai mata uang cadangan dominan dunia terjadi. Bahkan, pejabat China mengatakan itu akan digunakan untuk transaksi ritel domestik.

China memulai pengujian mata uang digitalnya pada akhir 2019, dan sejak itu memperluas uji coba ke 11 kota dan provinsi. Uji coba telah meningkatkan pemahaman publik tentang cara kerjanya.

Transaksi Lintas Batas

Yuan digital adalah mata uang digital bank sentral ritel yang akan diedarkan di kalangan publik untuk bank komersial dan lembaga lain untuk transaksi volume besar. Secara teknis, yuan digital dapat digunakan untuk transaksi lintas batas. Namun, People’s Bank of China akan mengeksplorasi uji coba lintas batas berdasarkan kebutuhan luar negeri, dan akan menghormati kedaulatan moneter negara lain dalam prosesnya.

Sebelumnya dilansir dari Cointelegraph (1/7/2021), kereta bawah tanah Beijing telah meluncurkan program percontohan yang memungkinkan penumpang untuk mengakses 24 jalur kereta bawah tanah dan empat stasiun kereta api pinggiran kota menggunakan yuan digital, juga dikenal sebagai e-CNY.

Layanan baru ini hanya tersedia untuk pelanggan dengan rekening bank di Industrial and Commercial Bank of China, bank besar yang terlibat dalam tes CBDC China.

“Anda perlu mengunduh aplikasi seluler yang terhubung dengan rekening bank Anda untuk mengakses layanan ini,” kata juru bicara jaringan transit kereta api Beijing.

Pengumuman tersebut mencatat bahwa penyedia layanan transit kereta api Beijing akan terus mempromosikan beragam aplikasi yuan digital untuk mengoptimalkan “pengalaman perjalanan digital baru.”

Berita itu muncul tak lama setelah Suzhou, sebuah kota di provinsi Jiangsu, China Timur, meluncurkan integrasi yuan digital serupa pada hari Selasa. Menurut sebuah laporan oleh Sina Finance, Suzhou adalah kota pertama di China yang mulai menerima pembayaran e-CNY untuk naik kereta bawah tanah.

Beijing telah menjadi tempat utama untuk uji coba yuan digital China, menampung sejumlah besar integrasi e-CNY dan inisiatif terkait.

Baca juga: Yuan Tiongkok Terjun Bebas 16 Hari Berturut-Turut