Bitcoin diprediksi terus melemah, dengan pergerakannya yang saat ini berada di $10.500 setelah berada di $11.000 72 Jam yang lalu.  Hal ini diprediksi akan terjadi hingga Pemilu Presiden Amerika yang akan terjadi pada November 2020.

Bitcoin Diprediksi Terus Melemah

Banyak hal yang nampaknya mempengaruhi bitcoin, dimana salah satunya adalah korelasi dengan pasar saham. Dengan turunnya pasar saham, bitcoin juga terlihat melemah, dan kedepannya kemungkinan korelasi ini akan terus terjadi.

Selain itu, terdapat juga dampak dari kondisi politik yang berasal dari Pemilu Amerika dimana ketidakpastian ini membuat stabilitas pasar terganggu. Selain itu, kematian dari Hakim Agung, Ruth Bader Ginsburg juga nampaknya menjadi pengaruh terhadap sentimen negatif perekonomian.

Guy Hirsch dari e-Toro, menyatakan bahwa dua kejadian tersebut telah membuat kepanikan pada pasar modal. Jika aset konvensional seperti saham sedang turun, umumnya investor akan melikuidasi mayoritas asetnya. Sehingga, bitcoin akan terdampak dan juga akan turun layaknya aset lainnya.

John Todaro dari Trade Block juga menyetujui pernyataan ini namun, dia menyatakan bahwa kemungkinan bitcoin akan unggul. Hal ini disebabkan lama-kelamaan bitcoin akan berubah menjadi aset pengaman terhadap seluruh ketidakpastian. Sehingga bitcoin akan naik dengan aset lain yang akan terus turun jika kondisi perekonomian belum stabil.

Apakah Semua Akan Pulih?

Joe DiPasquale, CEO Bit Bull Capital, menyatakan bahwa walau korelasi antara kripto dan saham telah tumbuh kuat, dia percaya terhadap bitcoin. Kepercayaan yang dimaksud adalah, dia percaya bahwa bitcoin dan aset kripto lainnya akan naik dan unggul. Hal ini disebabkan lama-kelamaan korelasi yang saat ini ada, akan mulai memudar dalam beberapa waktu ke depan.

Baca juga: Libra Menunjuk Bos Eksekutif Baru! Masih Ada Yang Ingin Tau?

Memudarnya korelasi adalah disebabkan oleh kepercayaan terhadap aset digital yang lama-kelamaan akan terus tumbuh di kalangan investor. Sehingga, lama-kelamaan aset digital seperti bitcoin, akan mulai mengalahkan aset seperti emas dan uang fiat, sebagai aset pengaman. Oleh karena sentimen positif tersebut, kemungkinan bitcoin akan terus naik.

Namun, untuk saat ini, akibat banyaknya ketidakpastian, terutama dengan pemilu presiden Amerika yang akan datang, seluruh pasar masih akan volatil. Sehingga, dengan ketidakpastian tersebut investor akan menjaga likuiditas dalam tingkat yang tinggi. Oleh karena itu, hingga pemilu, nampaknya bitcoin juga masih akan mengalami volatilitas yang cukup tinggi.

Dilansir dari Live Bitcoin News

Tags: