PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 6 Desember 2022.  Pada perdagangan perdana, saham MMIX parkir di zona hijau saat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam.

Mengutip data RTI, saham MMIX melonjak 34,74 persen ke posisi Rp 256 per saham. Saham MMIX dibuka naik Rp 64 ke posisi Rp 254 dari posisi harga IPO Rp 190 per saham. Saham MMIX berada di level tertinggi Rp 256 dan terendah Rp 230 per saham. Total frekuensi perdagangan 19.774 kali dengan volume perdagangan 2.381.809 saham dan nilai transaksi Rp 55,1 miliar.

Sementara itu, IHSG anjlok 1,36 persen ke posisi 6.892,57. Indeks LQ45 merosot 1,77 persen ke posisi 961,84. Seluruh indeks acuan kompak tertekan. Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.987,36 dan terendah 6.892,56. Sebanyak 461 saham melemah sehingga menekan IHSG.

122 saham menguat dan 123 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.294.007 kali dengan volume perdagangan 32,2 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 15,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.611.

Direktur Penilai Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, MMIX resmi menjadi perusahaan tercatat ke-56 pada 2022.

Baca juga: Indorent Batal IPO, Apa Penyebabnya?

“Perseroan resmi menjadi perusahaan tercatat ke 56 pada 2022,” kata I Gede Nyoman, dalam Seremoni Pencatatan Perdana Saham MMIX, Selasa, 6 Desember 2022.

Dia menambahkan, pihaknya meminta Perseroan mulai hari ini fokus dengan performa setelah IPO serta fokus terhadap secondary market nanti.

“Yang kita harapkan fokus pada operasional performance, tunjukkan kinerja yang proper, bangun lebih pagi tidur lebih malam untuk BOD mulai hari ini,” kata dia.

Dengan demikian, akan ditunjukkan dengan market performance di pasar modal dan ingat likuiditas yang proper juga.

“Kemudian growing bersama IDX, meningkatkan shareholder value itu yang utama,” kata I Gede.

Selain itu, adaptif terhadap perkembangan zaman dan lihat bisnis model yang berkembang serta jangan berhenti berinovasi.

“Yang penting adalah promoting dari investor protection, jaga investor publik perhatikan hak mereka, jadikan mereka teman baik untuk bertumbuh ke depan. Kami harapkan bukan hanya memberi value kepada shareholder tetapi juga masyarakat Indonesia,” ujar dia.

 

 

 

Sumber

Baca juga: Inflasi Amerika Serikat Melambung 8,5%, Tertinggi sejak 1981