Kondisi Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, sempat memburuk dan dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala virus corona. Setelah hal ini, kurs poundsterling sempat mengalami pelemahan terhadap dollar Amerika Serikat pada perdagangan senin lalu.

Pada pukul 18.50 WIB, poundsterling sempat melemah sebesar 0,44% ke angka $1.220, sebelum akhirnya kembali menguat sebesar 0,38% ke angka $1.230. Terhadap rupiah, poundsterling sempat melemah ke Rp 20.017,84/GBP sebelum berbalik menguat 0,26% ke RP 20.160,5/GBP.

Kondisi Kesehatan Pemerintah dengan Kondisi Keuangan Inggris

Masafuni Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Sekuitas Tokyo, berpendapat bahwa ketika seorang kepala negara terkena virus corona seperti yang terjadi dalam kasus di Inggris, akan menyebabkan kecemasan bagi para pemegang mata uang poundsterling dan aset dalam bentuk poundsterling lainnya.

Melalui video, Boris Johnson memberikan pernyataan resmi bahwa kondisinya telah semakin membaik meski masih mengalami demam, ia juga masih akan memimpin pemerintahan Inggris. Pasca pernyataan tersebut, kurs poundsterling kembali mengalami penguatan.

Inggris kini menempati posisi delapan dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak. Berdasarkan data Johns Hopkins CSSE, hingga hari ini ada 48.451 kasus positif COVID-19, dengan 4.943 orang meninggal dunia, dan 229 sembuh.

Beberapa orang penting dalam pemerintahan Inggris juga terdampak dari virus ini diantaranya, pewaris tahta kerajaan Pangeran Charles yang sebelumnya juga dinyatakan positif, tetapi telah dinyatakan sembuh akhir pekan kemarin, Sekretaris Kesehatan Inggris Matt Hancock dan Kepala Petugas Media Chris Whitty juga positif corona. Sementara penasihat PM, Dominic Cummings, juga kini mengkarantina diri.

Kebijakan Keuangan Inggris

Rishi Sunak, Menteri Keuangan Inggris, mengambil keputusan untuk memberikan paket stimulus seniali 330 miliar pundsterling atau setara Rp6.493 triliun, sebagai cara untuk mengatasi pandemi yang melanda Inggris.

“Kami akan menyokong pasar tenaga kerja, kami akan menyokong pendapatan, kami akan membantu dunia usaha…. kami akan melakukan apapun yang diperlukan,” ungkap sunak dalam CNBC International pada 17 Maret lalu.

Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) juga memberikan stimulus moneter dengan memangkas suku bunga menjadi 0,1% begitu juga dengan program pembelian aset atau quantitative easing (QE) yang jumlahnya ditambah menjadi 645 miliar poundsterling dari sebelumnya 435 miliar poundsterling.

 

Sumber

Tags: