Kesepakatan dagang antara Inggris dengan Amerika diprediksi tidak akan terjadi sebelum pemilihan presiden pada Bulan November. Hal ini disebabkan oleh beberapa permasalahan yang membuat negosiasi belum memiliki kesimpulan.

Kesepakatan Dagang dengan Inggris

Komentar Robert Lighthizer terhadap kemungkinan terjadinya kesepakatan dagang datang disaat Amerika dan Inggris bertemu dalam sesi kedua negosiasi. Representatif dari Amerika perihal urusan perdagangan ini, menyatakan bahwa terdapat beberapa masalah fundamental yang harus dibahas lebih lanjut. Beberapa permasalahannya adalah ketidaksepakatan antara kesepakatan dalam ekspor agrikultur Amerika, dan pajak pada perusahaan teknologi Inggris. Namun, permasalahan ini akan terus dibahas, dan tidak akan menjadi diskusi panjang, ujar Lighthizer.

Kegigihan Negosiasi dari Amerika

Lighthizer menyatakan kepada Kongres bahwa Kabinet Presiden Trump menginginkan kesepakatan yang komprehensif. Kesepakatan yang akan didapat tidak boleh bersifat membatasi seperti kesepakatan lain di masa lalu. Contoh kesepakatan yang membatasi adalah kebijakan pembatasan ekspor pangan Amerika, seperti pembatasan ekspor ayam yang dibersihkan dengan chlorine.

Tujuan dari kegigihan Lighthizer dalam negosiasi adalah agar para petani dari Amerika akan mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas di Inggris. Dengan adanya kesepakatan yang tidak membatasi, Amerika diharapkan dapat menjadi negara agrikultur terbaik di dunia dengan standar keamanan dan kesehatan tertinggi. Beliau juga menyatakan bahwa Amerika memang sudah menjadi negara agrikultur terbaik di dunia, dan pembatasan terhadap produk Amerika hanya karena preferensi konsumen, dan bukan permasalahan kesehatan.

Dalam permasalahan pembatasan agrikultur, Amerika berencana untuk membalas dengan tetap mengancam melalui tarif untuk perusahaan teknologi Inggris. Ancaman ini dilakukan oleh Lighthizer agar munculnya insentif bagi Inggris, sehingga dengan adanya kesepakatan, kedua belah pihak dapat diuntungkan.

Sesi negosiasi kedua yang telah digelar pada Hari Senin, belum dapat menghasilkan kesepakatan antara Amerika dan Inggris. Lighthizer harapannya bahwa dalam minggu ini akan ada kemajuan dalam negosiasi. Namun, kemajuan tersebut juga tergantung oleh pihak Inggris, yang juga sedang menjalani negosiasi dengan Uni-Eropa terkait perjanjian dagang setelah Brexit. Sehingga fokus utama masih pada Kesepakatan Good Friday

Baca Juga: Rencana Perjanjian Dagang Baru Inggris, Australia, dan New Zealand  

Kemungkinan Konflik Karena Pajak

Pada bulan ini, telah digelar investigasi oleh Amerika, terhadap pajak pada sektor jasa digital 10 yurisdiksi, termasuk Inggris. Langkah ini adalah langkah pertama dalam pembalasan terhadap pembatasan ekspor agrikultur Amerika.

Lloyd Doggett, yang merupakan representatif dari partai Demokrat Texas, menyatakan kekhawatirannya akan permasalahan yang mungkin muncul. Dengan pembalasan ini, beliau khawatir bahwa akan muncul adanya perang dagang lain.

Dalam ranah lain, Organisation for Economic Cooperation and Development telah menggelar diskusi internasional untuk membahas permasalahan dan cara menanggapi adanya konflik dari aktivitas daring.

Konflik internal juga terjadi di Amerika, akibat dari kurangnya kesepakatan dari Kabinet Presiden Trump dengan Lighthizer. Kurangnya kesepakatan ini terlihat dari penolakan terhadap proposal Lighthizer yang sebenarnya sudah mendapat banyak dukungan. Lighthizer menyatakan kekecewaannya atas kejadian ini, dan menyatakan bahwa kenyataannya adalah tidak ada yang ingin Amerika untuk terus maju dan berkembang.

 

Dilansir dari: BBC

Tags: