Dilansir dari Cointelegraph WekenTether (USDT) baru saja menjadi cryptocurrency terbesar ke-3 mengungguli XRP dengan kapitalisasi pasar $8,79 miliar saat menjelang BTC halving. Kapitalisasi pasar Tether USDT  lebih besar daripada kapitalisasi pasar XRP yang sekitar $8,6 miliar. USDT menjadi yang kedua terbesar sebagai altcoin setelah Ether (ETH) di pasar crypto.

Naiknya kapitalisasi pasar merupakan akibat dari peningkatan konstan dalam pasokan USDT yang sebagian besar beredar di blockchain ETH. Ada inflow USDT yang besar ke bursa dalam beberapa minggu terakhir menjelang BTC halving.  Sementara itu, melakukan pertukaran untuk memegang sejumlah besar USDT menjadi hal normal terutama menjelang peristiwa, seperti halving. Hal itu dianggap sebagai tanda bullish BTC karena investor bersiap untuk membeli mata uang crypto dengan USDT.

Brian Quinlivan, direktur pemasaran dan media sosial di penyedia data cryptocurrency Sentiment, mengatakan kepada Cointelegraph,

“Sebagian besar USDT tidak diambil dari bursa hanya untuk disimpan atau diuangkan melalui platform berbasis FIAT, seperti Coinbase. Ketika USDT tidak dipakai, orang-orang paling sering memasukkannya ke Bitcoin. Faktanya, presentase USDT sering berfluktuasi beberapa jam atau beberapa hari sebelum harga BTC berekasi terhadap USDT. Jadi, pemantauan metrik ini sebelumnya dapat menghasilkan untung luar biasa dengan menarik fluktuasi yang mendadak cukup awal.”

Baca juga: Halving 2020 Hasilkan Total 630.000 Block Bitcoin

Tether USDT ‘Mengerdilkan’ Stablecoin Lain

Tether mengalahkan stablecoin yang lain dengan kapitalisasi pasar, volume perdagangan, pengguna, dan setiap metrik lainnya. USDT telah melampaui dolar dan meluncurkan stablecoin yang ditetapkan ke Yuan Cina, CNHT, Euro, dan emas.

Stablecoin yang lain, seperti USDC, PAX, dan TUSD tertinggal, dengan kapitalisasi pasar USDC sebesar $707,64 juta. USDT merupakan pasangan BTC paling populer dan terdiri dari 74% dari total BTC yang diperdagangkan ke fiat atau stablecoin pada bulan April.  Namun, USDC dan PAX juga semakin populer. Keduanya secara konsisten menangkap sebagian kecil pangsa pasar stablecoin dengan keduanya mewakili sekitar 4% dari semua BTC ke volume stablecoin. Akan tetapi, BTC/USDT masih mewakili 90% dari semua BTC yang diperdagangkan ke stablecoin hari ini. 

Volume Melambat di Bulan April

Volume perdagangan menurun jika dibandingkan dengan Maret yang mana Bitcoin mencapai angka tertinggi di seluruh board. Hal tersebut termasuk dalam BTC yang diperdagangkan ke USDT dan stablecoin lainnya. Menyusul penurunan pada bulan Maret karena imbas dari coronavirus, perdagangan BTC ke USDT bulan April juga menurun 26% dari 21,6 juta ke 16,1 juta BTC. 

Ada trend yang sama di USDC dengan volume perdagangan berkurang 39% di bulan April. Di sisi lain, PAX melihat volume 0,85 juta BTC selama bulan April yang naik 27% dari bulan Maret. Kedua stablecoin memang tidak sebesar USDT tapi keduanya mengalahkan pasangan fiat langsung, seperti BTC/EUR dan BTC/KRW dalam hal popularitas.

Stablecoin bisa terus tumbuh dan berkembang dalam popularitas karena sangat berguna bahkan bagi orang-orang yang tidak berinvestasi pada pasar cryptocurrency itu sendiri. Namun, ada kemungkinan minat berkelanjutan dapat dilihat sebagai tanda bullish BTC. Hal tersebut disebabkan adanya korelasi terbalik antara USDT di bursa dan harga Bitcoin.